KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Selasa, 31 Agustus 2010

Pembagian Makan Buka Puasa Ricuh



Reporter : Dhimas Saputra

Trenggalek - Peringatan harijadi Kabupaten Trenggalek sore tadi, selasa (31/8/2010) diwarnai kericuhan saat pembagian makanan untuk buka puasa bersama.

Dari pantauan adsfm kericuhan itu bermula ketika panitia membagikan empat ribu paket makanan. awalnya makanan tersebut dibagikan dari dalam pagar pendopo, namun karena warga yang datang tidak terkendali akhirnya panitia pun kewalahan.

Ribuan makanan yang sudah tertata rapi langsung diserbu oleh ribuan warga Trenggalek yang menyaksikan acara tersebut. akhirnya aksi rebutan makanan pun tak terhindarkan. Bahkan beberapa anak sempat terijnak ijnak saat terjadi rebutan makan.

"hoe... hoe..ada anak kecil" teriak salah satu warga.

Selain itu aksi itu juga menyebabkan ratusan makanan terbuang sia sia serta ratusan warga tidak kebagian nasi kotak.

Kericuhan tidak berhenti sampai disitu, ratusan peket makanan yang baru saja didatangkan dari catering dan masih berada di atas mobil pick up juga langsung diserbu oleh warga. Melihat aksi nekat tersebut beberapa panitia yang berada siatas mobil hanya terbengong dan tidak bisa berbuat apa apa.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah,Sigit Hari basuki , Ketua panitia PHBN Trenggaek mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang terbaik unhtuk masyarakat, namun demikian karena masyarakat tidak bersabar kericuhan pun tak terhindarkan.

"sebetulnya kita sudah berusaha semaksimalmungkin ,tapi ya mau gimana lagi kalau masyarakatnya ndak sabaran" katanya.

Lanjut dia pada awalnya tujuan pembagian makan tersebut buka bersama dengan masyarakat dalam rangka hari jadi kabupaten Trenggalek yang ke 816 .

"itu makananya dari pemda serta sumbangan dari berbagai pihak" kata Sugit Hari B. (dim)

0 komentar:

Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India