
19.09

94.8 ADS FM
No comments
Reporter : Adhar Muttaqin
Trenggalek - Menjelang lebaran, Jasa penukaran uang baru mulai bertebaran di Trenggalek. Hal itu terlihat di area parkir barat alun alun Trenggalek.
Beberapa orang nampak menawarkan gebokan uang kertas dari berbagai nominal , salah satunya adalah Sugianto (37). Pria asli Trenggalek ini mengaku meskipun sudah hampir pertengahan bulan ramadhan ,namun penjualanya masih cenderung sepi.
"satu hari paling paling laku Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu aja" katanya. Sabtu (21/8/2010)
Menurutnya , omset penukaran uang angpao tersebut akan meningkat mulai H-10 sampai H-1 lebaran , karena pada saat itu sebagian masyarakat sudah mendapatkan gaji serta THR dari masing masing tempat kerjanya.
"kalau sudah H-10 itu biasanya permintaan melonjak, bahkan kami sampai kewalahan" kata Sugianto
Saat memasuki sepuluh hari mejelang lebaran omset penukaran uang barunya bisa mencapai RP 5 juta per hari.
Bapak satu anak ini menambahkan ,keuntungan dari jasa penukaran uang baru tersebut cukup menjanjikan. Setiap satu bendel uang pecahan Rp 2000 ia mampu memperoleh keuntungan antara 15 sampai dengan Rp 30 ribu.
"kalau yang pecahan Rp 2000 untungnya banyak, tapi kalau yang pecahan Rp 10 ribu cuma untuk Rp 10 ribu per bendel" katanya.

19.08

94.8 ADS FM
No comments
Reporter : Dhimas Saputra
Trenggalek - Warga Desa Sumberbening kecamatan Dongko, Trenggalek memprotes keberadaan cafe karaoke milik Eko (35) yang ada di setempat. Akibatnya, cafe yang baru berdiri tersebut ditutup oleh polisi.
Kapolsek DOngko AKP Wajib Santoso mengatakan, amarah warga tersebut diduga karena Eko tidak ijin terlebih dahulu kepada warga sekitar.
"Itu sebetulnya cafe pindahan dari Desa DOngko, tapi karena tidak ijin lingkungan sekitar akhirnya ya diprotes"kata AKP Wajib Santoso. Sabtu (21/8/2010)
Perwira dengan tiga balok dipundaknya itu menjelaskan sekitar seminggu yang lalu Eko memindahkan cafe miliknya dari Desa Dongko ke Desa Sumberbening.
Mengetahui rencana pembukaan cefe tersebut warga Desa Sumberbening langsung melakukan protes dan melaporkan ke perangkat desa.
"Saat itu warga sempat mengancam akan melakukan penutupan paksa" kata Wajib Santoso.
Akhirnya sekitar pukul 10.00 WIB kemarin (20/8/2010) polisi memanggil beberapa tokoh masyarakat untuk melakukan perundingan terkait keberadaan cafe tersebut.
"Dari hasil perundingan, nampaknya 90 persen dari warga tidak setuju keberadaan cafe tersebut" kata Pria asli Blitar itu.
Melihat penolakan warga sekitar akhirnya sang pemilih cafe menyerah dan memilih untuk menutup usahanya.
"walaupun sudah ditutup ,kami akan terus memantau jangan sampai terjadi aksi anarkis"Pungkas Wajib Santoso.

19.07

94.8 ADS FM
No comments
Reporter : Dhimas saputra
Trenggalek - Kasus video mesum yang diduga dilakukan pasangan kekasih DL (15) dan CG (17) warga kecamatan Watulimo Trenggalek memasuki babak baru. Polisi akhirnya menetapkan CG sebagai tersangka dengan tuduhan melakukan persetubuhan dibawah umur.
Kapolres Trenggalek AKBP Edy Hermanto melaui KBO Reskrim IPTU Sudarno mengatakan CG resmi ditetapkan tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 5 jam .
"Kemarin CG datang kesini (polres-red) ditemani ayahnya."kata IPTU Sudarno. Sabtu (21/8/2010).
Dalam pemeriksaan tersebut CG mengakui telah melakukan persetubuhan dengan kekasihnya DL, namun menurut CG hal tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.
"pengakuanya , persetubuhan itu tanpa paksaan ataupun kekerasan, jadi atas dasar suka sama suka"Imbuh Sudarno.
Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka ,polisi tidak melakukan penahanan, karena tersangka masih dibawah umur serta kooperatif.
"walaupun tidak ditahan, CG kita kenakan wajib lapor satu minggu sekali" kata pria asli Trenggalek ini.
Dalam kasus ini CG dijerat dengan pasal 287 KUHP tentang persetubuhan anak dibawah umur.
Sementara itu terkait , penyebaran video pornonya, Unit perlindungan perempuan dan anak (UPPA) polres Trenggalek masih belum melakukan penyidikan , karena rencananya akan dipisahkan dengan kasus persetubuhanya.
"sementara yang kita sidik untuk kasus persetubuhanya dulu ,nanti kan kita buatkan BAP sendiri-sendiri" kata IPTU Sudarno.
Menurut Sudarno pihaknya masih akan konsultasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Trenggalek .

19.05

94.8 ADS FM
No comments
Reporter : Dhimas Saputra
Trenggalek - Sekitar 30 persen Dusun di Trenggalek hingga kini belum teraliri oleh listrik PLN.
Hal tersebut dikatakan Yulianto ,manager PLN Upj Trenggalek. Daerah yang belum mendapatkan penerangan listrik PLN mayoritas berada di kawasan pegunungan.
"Kalau desa sudah teraliri 100 persen, tapi kalau untuk dusun masih ada 30 persen yang belum dan itu kebanyakan memang di gunung gunung" katan Yulianto.
Menurutnya , masih banyaknya dusun yang belum teraliri listrik disebabkan oleh medan yang sulit serta jumlah penduduk yang sedikit. Sehingga apabila PLN memaksakan untuk memberikan saluran listrik justru akan merugi.
"Kendalanya rumahnya itu terpencar, misalkan dalam satu kelompok itu terkadang hanya ada 5 sampai dengan 10 rumah dan itu medanya cukup sulit."katanya.
Meski demikian Pria yang akrab disapa Yuli ini tetap berupaya mengurangi daerah tyeng belum teraliri listrik PLN dengan mengusulkan anggaran untuk pembangunan jaringan listrik daerah terpencil.
"Dalam beberapa tahun kedepan saya harapkan jumlahnya bisa berkurang , karena saat ini sedang kita usulkan ke pusat" pungkasnya.

20.06

94.8 ADS FM
No comments
Jum'at, 20 Agustus 2010
Reporter : Dhimas Saputra
Trenggalek - Pemerintah Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan, Trenggalek balik menuding Forum RT setempat sebagai penghambat pembangunan desa. Tudingan disebabkan Forum RT tidak setuju peraturan desa tentang pengelolaan tanah bekas bengkok sekdes.
Istajib, Kepala Desa Kedunglurah mengatakan, akibat protes yang dilakukan forum RT tersebut hingga kini perdes tersebut masih tertahan di tingkat kabupaten. "Perdes itu sudah kita sahkan di tingkat desa dan kita ajukan di kabupaten untuk disahkan, tapi hingga kini kita belum bisa melaksanakan, karena masih tertahan disana," kata Istajib, Jumat (20/8/2010).
Menurutnya, apabila tidak ada protes dari pihak yang tidak setuju, bisa dipasitkan perdes yang salah satu isinya mengatur pengelolaan tanah bekas bengkok sekdes tersebut sudah bisa dilaksanakan. "Itu sangat menghambat, karena kalau tidak ada umek (protes-red) dari pihak yang nggak setuju kita lebih enak menjalankan tugas," ucap Istajib.
Ia berharap agar pemerintah kabupaten segera mengirimkan perdes tersebut hingga proses pembangunan desa bisa berjalan dengan lancar. "Karena isi dari perdes itu nggak hanya masalah bekas bengkok," pungkas Istajib.
Sebelumnya, Rohmad Cholid ketua Forum RT Desa Kedunglurah menuding pemerintah desa akan membagi 75 persen tanah eks bengkok sekdes ke perangkat desa sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan melaui perdes yang baru. Kebijakan itu dinilai hanya menguntungkan perangkat desa saja. (dim)

20.03

94.8 ADS FM
No comments
Reporter : Dhimas saputra
Trenggalek - Tudingan forum RT Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan, Trenggalek yang mengatakan adanya upaya pembagian tanah eks bengkok sekdes ke perangkat desa dibantah oleh kepala desa setempat.
Istajib, kepala Desa Kedunglurah mengatakan, dalam peraturan desa yang baru mengenai APBDes, tanah eks bengkok sekdes tersebut akan disewakan ke warga sekitar dan hasilnya akan dimasukan ke kas desa.
"Memang benar dalam Perdes itu ada item yang menyebutkan peningkatan kesejahteraan perangkat, tapi tidak hanya itu saja, masih banyak item yang lainya," kata Istajib, Jumat (20/8/2010).
Hasil pengelolaan tanah tersebut. menurut Istahib. juga akan digunakan untuk peningkatan kesejahteraan RT dan RW, pengadaan penerangan jalan serta untuk bantuan sosial ke masjid dan mushola.
Sedangkan klaim dari forum RT yang mengatakan banyak masyarakat yang tidak setuju dengan rencana tersebut juga dibantah oleh kepala desa. Menurutnya, dari hasil sosialisasi di tiga dusun, banyak masyarakat yang akhirnya setuju dengan rencana pengelolaan tanah eks bengkok sekdes tersebut.
"Setelah kita keliling ke tiga dusun, mereka yang tadinya menolak akhirnya bisa memahami," pungkas Istajib.
Sebelumnya, Rohmad Cholid ketua forum RT Desa Kedunglurah menuding pemerintah desa akan membagi 75 persen tanah eks bengkok sekdes ke perangkat desa sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan. (dim)

08.18

94.8 ADS FM
No comments