KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Selasa, 28 Februari 2012

2000 GURU DI TRENGGALEK BELUM SERTIFKASI

Trenggalek, 28/2 (ADSFM) - Sebanyak 2000 guru PNS dan non PNS yang bertugas di Kabupaten Trengggalek, Jawa Timur belum bersertifikasi meski telah memiliki masa kerja lebih dari lima tahun.

"Kalau dilihat dari masa pengabdian memang sudah kalak untuk mengajukan sertifikasi. Namun demikian ada faktor lain yang menghambat, diantaraya kuota sertifikasi yang ditetapkan pemerintah pusat sangat terbatas," kata Kepala Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupten Trengggalek, Suwatno, Selasa.

Selain itu masih banyak diantara guru-guru tersebut yang belum memiliki jam mengajar sesuai yang disyaratkan Kementerian Pendidikan Nasional, yakni 24 jam perminggu.

"Makanya kami juga berdoa semoga 771 yang ikut uji kompetensi tahun ini lulus semua," ucapnya.

Namun demikian Suwatno optimis, ribuan guru yang belum mendapatkan sertifikasi itu akan dapat terselesaikan secara bertahap hingga tahun 2015 mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto berharap munculnya aturan baru yang mewajibkan guru lulus uji kompetensi dapat mencetak tenaga pendidik yang handal dan profesional.

"Jadi uji kompetensi awal (UKA) yang di gelar sabtu (25/2) kemarin bukan untuk mempersulit guru, namun justru sebaliknya dengan UKA itu kelamahan tenaga pendidik ini akan bisa diketahui dan dibenahi pada saat PLPG (pendidikan dan latihan profesi guru)," katanya.

Namun saat ditanya mengenai nasib guru yang nantinya tidak lulus uji kompetensi, Kus mengaku bisa menjawab, karena hingga kini pihknya belum mendapatkan petunjuk teknis dari Kemendiknas mengenai hal tersebut.

"Yang kami tahu saat ini, guru yang lulus UKA saja yang bisa mengikuti PLPG, sedangkan yang tidak lulus tidak bisa," ujarnya.

Disisi lain salah satu guru SMP Negeri 2 kampak, Erna Handayani, yang bebera hari lalu mengikuti uji kompetensi hanya bisa pasrah dengan hasil yang akan didapatkan. Ia berharap bisa lulus dan mengikuti seleksi selanjutnya melalui PLPG.

"Untuk soal-soalnya lumayan sulit, tapi yang penting kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya," ucapnya sambil tersenyum.

PEMKAB TRENGGALEK SIAP ATASI DAMPAK SOSIAL PEMBANGUNAN BENDUNGAN TUGU

Trenggalek, 28/2 (ADSFM) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyatakan siap mengatasi seluruh dampak sosial yang muncul dari rencana pemangunan "Bendungan Tugu" di Desa Nglinggis Kecamatan Tugu.

"Kami susah siap bahkan saat ini di APBD sudah dianggarkan Rp 1 Miliar, ini masih sementara, kami masih sebatas menyediakan rekening khusus di APBD, nanti kalau sudah ada kepastian dari pemerintah pusat akan kami tambah lagi," kata Bupati Trenggalek Mulyadi, Selasa.

Ia mengklaim seluruh anggota dewan di Trenggalek mendukung rencana pembangunan bendungan itu, sehingga setiap saat kepastian pemrintah pusat turun maka dana bisa langsung dianggarkan.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, nantinya dana khsus yang disediakan di APBD tersebut akan difokuskan untuk menangani sejumlah dampak sosial seperti pembebasan lahan, relokasi maupun dampak sosial lainnya, yang menjadi taggung jawab penuh dari Pemkab Trenggalek.

"Namun untuk saat ini yang kami masih lakukan sebatas melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak pemangunan itu, termasuk manfaat yang akan didapatkan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sedangkan untuk proses ganti rugi lahan serta relokasi penduduk pihaknya masih menungggu keputusan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum.

"Kami tidak mau terburu-buru, kami bergeraknya kalau sudah ada keputusan, durung-durung sudah pembebasan lahan, ya kalau jadi dibangun, kalau ternyata tidak kan rugi," imbuh suami Peny Sugiarti ini.

Menurut Mulyadi saat ini yang paling penting adalah memastikan kesiapan masyarakat Trenggalek terhadap rencana proyek nasional itu.

Secara khusus ia menugaskan kepada pegawai di bidang infokom untuk melakukan sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat Desa Nglinggis dan sekitarnya. Termasuk menyerap keluhan-keluhan yang muncul.

"Dari situlah akan diketahui sejumlah permasalah yang muncul. Intinya kami tidak ingin masyarakat susah, kalaupun nantinya masyarakat ingin relokasi ya akan direlokasi, kalaupun ingin ganti rugi akan kami ganti rugi, tapi saya lebih enak menyebutnya ganti untung bukan ganti rugi," mantan plt Walikota Mojokerto ini.

Langkah itu sekaligus untuk meminimalisir terjadinya penolakan dari masyarakat, mengigat pembangunan bendungan tersebut sangat diperlukan oleh masyarakat Trenggalek dan sekitarnya.

"kalau nanti bendungan ini terwujud manfaat yang akan dirasakan sangat luar biasa, mulai ekonomi maupun sosial," ucapnya.


Bupati Mulyadi menambahkan, dari informasi yang diperoleh dari kementerian PU, saat ini rencana pembangunan bendungan tersebut tinggal menunggu sertifkasi.

Senin, 27 Februari 2012

WARGA TRENGGALEK JADI KORBAN MUJIANTO NGANJUK

Trenggalek, 27/2 (ADSFM) - Salah satu korban selamat dari pembunuhan berantai yang dilakukan Mujianto asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur berhasil bertahan hidup setelah mendapat pertolongan dari warga.

"Korban ini atas nama HS (39) warga Dusun Pinggirsari Desa Karangan Kecamatan Karangan, tadi pagi sebelum kami antar ke Polres nganjuk dia bercerita kalau pernah diselamatkan oleh seorang nenek dengan dikasih air kelapa," kata Kasubbang Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh, Senin.

Ia menjelaskan, peristiwa yang menimpa pria lajang itu berawal perkenalan korban denga pelaku melaui telepon selular pada bulan November 2011 yang lalu.

"Pada awalnya korban tidak menanggapi telepon masuk tersebut, namun pelaku terus menerus menelfon akhirnya diterima oleh korban, kemudian setelah itu ditanya, darimana mendapat nomor tersebut dan pelaku mengaku dari temannya," kata Siti.

Berawal dari situlah kemudian pelaku intens menelepon Heri, hingga akhirnya korban diajak ketemuan di Nganjuk dengan diiming-imingi sesuatu hal.

"Tiba-tiba korban tertarik dan datang ke Nganjuk, disana (Nganjuk) dia dijemput langsung oleh pelaku dengan menggunakan sepeda motor," kata perwira pertama ini.

Dengan alasan mau mampir kerumah saudara pelaku, korban diajak berputar-putar menyusuri jalan-jalan kampung yang tak dikenalnya.

"Kemudian korban Heri diajak makan ke salah satu warung mie ayam, di lokasi itu sebetulnya ia sudah mulai curiga dengan pelaku, karena meskipun diajak makan si pelaku ini tidak mau makan, alasannya masih kenyang," jelas Siti.

Belum sempat keluar dari lokasi warung tersebut, HS merasa pusing serta mual-mual hingga akhirnya di muntah-muntah. Melihat kondisi seperti itu pelaku justru mengajak korban untuk melanjutkan perjalanan."Jadi setelah makan itu kondisinya setengah sadar, karena merasakan pusing dikepala," Ujarnya.

Merasa tidak kuat dengan sakit yang dirasakan, pria asli Trenggalek tersebut memaksa untuk turun untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Akhirnya ia diantar kerumah salah satu warga, disitulah korban dicarikan air kepala oleh pemilik rumah sebagai penangkal racun.

"Dilokasi itulah kemudian HS berniat mau ke kamar mandi, namun oleh Mujianto tasnya diminta dengan alasan takut basa kena air," kata Siti menammbahkan.

Ketika korban keluar dari kamar mandi dan hendak memberi imbalan jasa kepada pemilik rumah, tas miliknya diketahui sudah tidak ada ditempat. Setelah ditanyakan kepada nenek pemilik rumah tersebut, tas korban telah dibawa kabur oleh pelaku dengan alasan mau mencari obat.

Sementara itu Ibu HS, Ismira mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai kaksus yang menimpa anaknya. Ia dan anaknya tidak menyangka kalau menjadi korban upaya pembunuhan.

"kami mengira hanya menjadi krban pembiusan, karena tas anak saya yang berisi uang Rp 650ribu dan sejumlah surat-surat penting dibawa lari," katanya.

Ismira menambakan, Anaknya menyadari menjadi calon korban pembunuhan setelah menonton berita di televisi. "Anak saya itu begini, itu kok seperti rang yang meracun saya dulu," Ujarnya.

Setelah itu pihak keluarga dihubungi pihak kepolisian yang memberitahukan bahwa Heri Sasongko menjadi salah satu calon korban pembunuhan berantai yang dilakukan Mujianto, gay asal Nganjuk, Jawa Timur."Kami berharap kasus ini cepat selesai," kata ibu tujuh anak ini.

Disisi lain Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKp Siti Munawaroh mengatakan , saat ini Heri Sasongko masih menjalani pemeriksaan di Polres Nganjuk untuk menungkap kasus pembunuhan tersebut.

Sebelumnya, Mujianto Pria asal Nganjuk melakukan pembunuhan secara berantai kepada puluhan korbannya dengan cara diracun , Ia nekat membunuh puluhan orang tersebut karena dipicu rasa cemburu karena pasangan gay-nya memiliki pacar lain.

Sabtu, 25 Februari 2012

NASKAH SOAL UJI KOMPETENSI DIBAKAR




Trenggalek, 25/2 (ADSFM) - Seluruh naskah soal uji koptensi guru langsung musnahkan dengan cara dibakar agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

GURU SAKIT NEKAT IKUT UJI KOMPETENSI

Trenggalek, 25/2 (ADSFM) - seorang guru TK dari Kecamatan Munjungan kabupaten Trenggalek Jawa timur nekat mengikuti uji kompetensi untuk sertifikasi guru, meski dalam kondisi sakit parah.

"Guru tersebut atas nama Mujanah pengajar di TK Dharma Wanita Pertiwi Kecamatan Munjungan, dia seharusnya masih menjalani rawat inap di RSUD dr Sodeomo, namun tadi memaksa untuk bisa mengikuti ujian," kata Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Suwatno, Sabtu.

Pengajar yang di identifikasi menderita pegeroposan tulang belakang tersebut akhirnya diperbolehkan mengikuti uji kompetensi dengan ditempatkan di ruang UKS SMP Negeri I Trenggalek dengan diawasi langsung oleh pihak kepolisian.

Dari pantauan ADSFM, Mujanah mengerjakan seluruh soal ujian dengan posisi tengkurap diatas ranjang UKS, hal itu dilakukan karena tubuhnya akan terasa sakit apabila dipakai duduk.

"Alhamdulillah dia bisa menyelesaikan seluruh soal, kurang 10 menit dari batas waktu terakhir yang besangkutan sudah selesai, setelah itu langsung kami antarkan ke rumah sakit untuk kembali opname," kata pria yang akrab disapa Watno ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trengggalek, Kusprigianto mengatakan proses uji kompetensi tahap awal hari ini berjalan dengaan lancar.

"Seluruh peserta yang berjumlah 771 masuk semua, mulai guru di jenjang TK, SD, SMP maupun SMA/SMK," katanya.

Ia menjamin uji kompetensi yang digelar di SMP Negeri I Trenggalek tersebut terbebas dari kebocoran soal, karena seluruh proses melibatkan pihak kepolisian.

"Mulai dari pengambilan naskah ujian di Surabaya, sampai nanti pengembaian lembar jawabaan mendapat pengamanan langsung dari Polisi. Bahkan soal juga kamisimpan langsung di Mapolres Trenggalek,"

Kusprigianto menambahkan, hasil uji kompetesi tersebut nantinya akan dipakai sebagai salah satu syarat utama untuk bisa mengikuti tahapan seleksi berikutnya melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Universitas Negeri Malang.

"Bulan Maret nanti hasilnya akan diumumkan, setelah itu bagi yang lulus akan mengikuti PLPG di Malang, sedangkan untuk yang tidak lulus tentu tidak bisa ikut," katanya.

Kuspigianto menambahkan, adanya uji kompetesi tersebut diharapkan mampu mencetak guru-guru yang profesional sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikaan.

"Dengan uji kompetensi ini akan diketahui dimana letak kelemahannya, dari empat kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang guru yaitu kompetensi akademik, kompetesi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesinya," jelas Kusprigianto.

Selanjutnya kelemahan-kelamahan tersebut akan menjadi fokus pendalaman pada saat mengikuti PLPG.

PLENGSENGAN AMBROL, WARGA RESAH




Trenggalek, 25/2 (ADSFM) - Sejumlah warga kelurahan Ngantru Trenggalek, Jawa Timur mengaku resah karena puluhan meter plengsengan sungai Bagong yang berada di belakang perkampungan ambrol diterjang banjir.

"kalau tidak segera ditangani, warga khawatir akan mengikis rumah-rumah warga yang ada di bantaran sungai," kata salah satu warga kelurahan Ngantru, Sutikno, Sabtu.

Menurutnya akibat ambrolnya plengsengan yang dibangun dua tahun lalu itu , sejumlah rumah di perumahan sinawang indah kini mepet dengan sungai.

"Yang bahaya kalau sampai hujan deras dan arus airnya keencang bisa jadi beberapa rumah yang berdekatan dengan tangkis ambrol tersebut akan ikut ambrol," katanya khawatir.

Sementara itu warga lain, Muasim mengatkan plengsengan sungai yang ambrol di Kelurahan Ngantru berada di tiga lokasi , yaitu di belakang perumahan sinawang indah, di utara jembatan Jagalan dan selatan Jembatan Jagalan.

"Rata-rata panjangnya lebih dari 10 meter yang ambrol ke sungai, padahal ini termasuk bangunan anyar, karana baru dua tahun ini," katanya sambil menunjukkan lokasi yang longsor.

Muasim menceritakan, runtuhnya tangkis sungai tersebut terjadi sekitar pukul 9.00 WIB, setelah banjir, Rabu (22/2) tiga hari yang lalu mulai surut.

Saat itu menurut Muasim, air yang menggenangi perkampungan warga tidak bisa kembali ke suangai karena terhalang oleh tembo penahan yang ada di atas plengsengan.

"Karena volume airnya itu cukup besar, tembok ini tidak mampu menahan dan ambrol beserta pengsengannya," ujarnya.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Trenggalek segera mengambil langkah dengan memperbaiki sejumlah plnengsengansungai yang ambrol, dengan demikian keselamatan rumah warga akan lebih terjamin.

Sementara itu kepala Bagian Humas Pemkab Trenggalek, Yuli Piyanto mengaku, kerusakan tersebut akan ditangani oleh BPBD karena masuk dalam kategori bencana.

Jumat, 24 Februari 2012

POLISI BENTUK TIM KHUSUS BURU PELAKU CURAT

Trenggalek, 24/2 (ADSFM) - Kapolres Trenggalek, Jawa Timur membentuk tim khusus untuk mengungkap sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi diwilayahnya selama dua bulan terakhir (Januari-Pebruari).

"Selain membentuk tim khusus kami juga sedang melakukan evaluasi seluruh rangkaian yang terjadi. Yang jelas kami saat ini tim sedang bekerja, seperti kasus yang dikarangan kemarin (pencurian rokok) sudah terungkap namun pelakunya anak-anak, tapi kalau yang itu memang kelihatannya berbeda," kata Kapolres Trenggalek, AKBP totok Suhariyanto, Jumat.

Ia menjelaskan tim khusus tersebut bertugas untuk mengidentifikasi sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian serta melakukan analisa dengan kasus serupa yang terjadi di lokasi lainnya, termasuk yang terjadi di rumah wakil bupati Trenggalek, Kholiq.

Dari analisa sementara, polisi menduga rangkaian curat yang terjadi ddi Trenggalek saling memiliki keterkaitan, namun kapolres enggan menjelaskan secara detail mengenai hal tersebut.

"Kemungkianan besar menang ada keterkaitan, kammi sedang berupaya keras melakukan pengungkapan, tadi jam satu siang sudah kami lakukan anef untuk melakukan rangkaian kegiatan itu," kata pria perwira dengan pangkat dua mawar dipundaknya ini.

Totok menambahkan, dari awal kasus-kasus curat yang bernilai puluhan hingga ratusan juta tersebut muncul, polisi telah memiliki petunjuk yang kuat untuk mengungkap identitas para pelaku.

Sementara itu untuk melakukan antisipasi kasus serupa, kini Polres Trenggalek meningkatkan kewaspadaan dengan mengintensifkan patroli terutama pada jam-jam yang dinilai rawan terjadi pencurian.

"Kapan hari itu beberapa anggota yang piket saya ajak untuk patroli dengan jalan kaki kesejumlah lokasi yang rawan terjadi kasus curat," Ujarnya.

Sementara itu kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh mengimbau agar masyakat selalu meningkatkan kewaspadaan, minimal dengan mengamankan rumahnya masing-masing.

"Ini yang sering lupa, kunci pintu dan jendela rumah, kemudian kalau mau keluar atau pergi dalam waktu beberapa hari kalau bisa pamitan ke tetangga dan titip untuj mengamankan rumanya," katanya.

Sebelumnya, selama dua bulan terakhir (Januari-Pebruari) sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan kerap terjadi di wilayah Trenggalek degan kerugian mencapai diatas Rp 50juta.

Kasus curat itu diataranya terjadi di rumah wakil Bupati Treenggalek, Kholiq dengan kerugian diatas Rp 130juta, kemudian di sebuah toko di Rejowinangun dengan kerugian Rp 50juta serta di pasar Pon dengankerugian Rp 100juta.

Belum lagi pembobolan sejumlah toko elektronik dan konter HP yang juga berhasil menggondol sejumlah barang berharga.
Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India