KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Kamis, 22 Maret 2012

MAHASISWA TRENGGALEK UNJUK RASA TOLAK KENAIKAN BBM

Trenggalek, 22/3 (ADSFM) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Trenggalek, Kamis, menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi di DPRD dan Pendopo Kabupaten.

Dalam aksinya mahasiswa sempat membakar replika keranda mayat di depan gedung dewan menampilkan aksi teaterikal yang menggambarkan kesengsaraan rakyat atas kenaikan harga BBM.

"Rencana kenaikan harga BBM menunjukkan cerminan sikap pemerinthan SBY-Boediono yang tidak merasaan kegelisahan rakyat Indonesia, alih-alih menyelesaikan banyaknya persoalan , namun justru memilih jalan pintas dengan menaikkan harga," kata korrdinator aksi, Hendri.

Mahasiswa menyatakan kenaikan harga bahan bakar adalah langkah reaksioner pemerintah terhadap kenikan harga minyak dunia tanpa memperhatikan sumber-sumber lain yang bisa menjadi solusi terbaik.

Alasan pemerintah yang menganggap subsidi BBM akan membebani APBN dinilai adalah hal keliru dan justru menyalahi UUD 1945, yang memerintahkan agar anggaran pembangunan sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat.

"Ini adalah kebijakan yang tidak pro rakyat, untuk itu dengan tegas kami menolak kenaikan harga BBM dan turunkan rezim SBY-Boediono," seru orator.

Sempat terjadi ketegangan di depan pintu DPRD Trenggalek, pasalnya pihak DPRD membatasi hanya beberapa perwakilan massa untuk masuk ke gedung dewan dengan alasan keterbatasan ruangan. Setelah terjadi pembicaraan yang alot akhirnya seluruh peserta aksi diperbolehkkan masuk ke dalam ruang pertemuan DPRD Trenggalek.

Dalam yang dikawal ketat anggota polisi tersebut, puluhan mahasiswa juga meminta anggota DPRD yang hadir untuk menandatangi surat pernyataan menolak kenaikan harga solar dan premium.

Permintaan tanda tangan tersebut sempat menjadi tarik ulur antara anggota dewan dan para demonstran karena hanya ada dua anggota dari fraksi PDI Perjuangan yang menyatakan siap menandatangani surat pernyataan.

"Baiklah, kalau itu yang diminta kami siap menandatangani dan akan kami teruskan ke DPR di Jakarta, namun dengan syarat adik-adik mahasiswa mengawal terus penolakan kenaikan harga BBM ini," kata salah satu anggota dewan dari PAN, Ahmad jauzi Turseno.

Dari enam anggota wakil rakyat yang menerima peserta unjuk rasa aksi unjuk rasa, tidak ada satupun yang berasal dari Partai Demokrat.

Setelah puas menyampaikan aspirsi di gedung dewan, mahasiswa melanjutkan aksi dengan mendatangi pendopo kabupaten. Bupati Trenggalek, Mulyadi WR yang menyambut langsung demontrasi tersebut berjanji akan meneruskan ke tingkat yang lebih atas.

Rabu, 21 Maret 2012

DUA BALITA DI TRENGGALEK DIDUGA MENDERITA DIFTERI

Trenggalek, 21/3 (ADSFM) - Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menemukan dua balita yang diduga (suspected) menderita difteri.

"Masing-masing atas nama Ataillah (5) warga Desa Kendalrejo Keamatan Durenan dan Keyza (3) warga Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek," kata Kabid Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Trenggalek, Suparman, Rabu.

Satu balita, Keyza hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ruang Dahlia RSUD dr Soedomo Trenggalek, sedangkan Ataillah kini sudah diperbolehkan pulang kerumah, setelah dua hari menjalani perawatan intensif di RSUD dr Iskak Tulungaggung.

Parman mengaku, Ataillah diijinkan pulang karena hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BLK) Surabaya menunjukkan negatif difteri patogenik.

"Sementara itu untuk Keyza baru kami ketahui kemarin, Selasa (20/3), setelah yang bersangkutan diperiksakan di tempat praktek dokter Tri. Karena ada gejala seperti difteri akhirnya dirujuk ke RSUD" katanya.

Lebih lanjut Suparman menegaskan dinkes akan memantau secara serius munculnya kasus balita 'suspect' difteri ini dan segera mengambil langkah dengan memeriksakan sampel darah pasien ke BLK Surabaya.

Selain itu tim dinas kesehatan juga akan mengambil sampel darah orang-orang yang sering berinteksi dengan pasien, termasuk teman sekolahnya.

Cara itu menurut Parman penting dilakukan, mengingat penyakit yang diakibatkan dari bakteri 'Corynebacterium diphtheriae' ini mudah menular, sehingga apabila ada temuan penderita baru bisa segera diambil langkah isolasi di rumah sakit.

"Besok (kamis, 22/3) kami akan ke Kendalrejo, Durenan untuk mengambil sampel teman-teman dan keluarga pasien dan akan dikirim ke Surabaya guna memastikan ada atau tidaknya yang suspect difteri, mereka juga akan kami beri obat Erythromycin untuk pencegahan," terangnya.

Selama setahun terakhir dinas kesehatan menemukan dua balita yang yang positif menderita difteri, jumlah tersebut dinilai masih wajar dan belum masuk kategori kejadianluar biasa.

"kalau yang suspect banyak tapi yang positif hanya dua, meskipun sedikit kami tetap serius menangani masalah difteri ini," katanya.

Selasa, 20 Maret 2012

AKSES JALAN KAMPAK-MUNJUNGAN TRENGGALEK KEMBALI NORMAL

Trenggalek, 20/3 (ADSFM) - Jalur utama Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kembali normal setelah di tertimbun longsor selama lima jam.

"Tadi tim BPBD bersama masyarakat bergotong-royong menyisihkan material longsor dan sekitar pukul 12.00 WIB arus lalu-lintas menuju Kecamatan Munjungan atau sebaliknya sudah mulai dibuka," kata Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Trenggalek, Ahmad Budiaharto, Selasa.

Menurutnya, volume longsoran tanah kali ini mencapai 500 meter kubik. Sedangkan lokasinya sama persis dengan titik longsor sepakan yang lalu yakni di Dusun Jedeg Desa Ngaddimulyo kecamatan Kampak.

Proses pembersihan material longsor sepanjang 50 meter tersebut terpaksa dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul, hal itu untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

"Karena kalau dikeruk menggunakan alat berat, kami khawatir tebing diatasnya justru ikut longsor, karena saat ini kondisinya juga rawan longsor, jadi kami hanya menyisihkan yang menutup badan jalan," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Budi ini memperkirakan volume tanah yang rawan longsor mencapai 5000 meter kubik, bahkan sebagian diantaranya mulai retak.

"Semoga saja nanti malam tidak hujan, karena apabila terkena air maka potensi longsor akan semakin tinggi," imbuhnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau agar pengguna jalan yang melintasi ruas Kampak-Munjungan lebih berhati hati dan meningkatkan kewaspadaan.

lebih lanjut ia menjelaskan kawasan menuju Kecamatan Munjungan itu menjadi salah satu titik paling rawan terjadi tanah longsor, karena sebagian besar jalan dikelilingi oleh tebing dan jurang dengan kemiringan lebih dari 50 derajat.

"Selain itu kondisi medan disana juga cukup sulit, penuh dengan tanjakan dan turunan tajam. Pokoknya harus ekstra waspada," imbaunya.

JALUR UTAMA KAMPAK-MUNJUNGAN TRENGGALEK TERTUTUP LONGSOR

Trenggalek 20/3 (ADSFM) - Jakan utama Kampak-Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur terputus total akibat tertimbun tanah longsor, Selasa.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencaana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Suprapto, melalui sambungan telepon mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 8.30 WIB dan saat ini tim tanggap darurat masih menuju ke lokasi kejadian.

"Namun titik pastinya kami masih belum bisa memastian, apakah seperti longsor yang kapan hari itu (Desa Ngadumulyo) atau justru diatasnya, karena jalur Kampak-Munjungan memang rawan longsor semua," katanya.

Prapto menegaskan BPBD akan secepat mungkin untuk melakukan upaya pembersihan material longsor, karena jalan raya tersebut adalah akses utama ribuan warga di Kecamatan Munjungan.

"Sementara kami lihat kondisi dilapangan bagaimana keadaanya, kalau memang membutuhkan bantuan alat berat akan kami datangkan," ujarnya.

BPBD menduga longsor yang terjadi tersebut akibat hujan deras yang melanda kawasan Trenggalek sejak semalam.

Senin, 19 Maret 2012

PEMKAB TRENGGALEK SEGERA BANGUN KEMBALI PASAR SUBUH

Trenggalek, 19/3 (ADSFM) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memastikan akan segera membangun kembali dua blok pasar pasar subuh di Kelurahan Surodakan yang ludes terbakar, Minggu dini hari.

"Setelah proses penyelidikan dari labfor Polda Jarim selesai dan Police line dilepas maka proses pembangunan akan segera kami lakukan, hal ini sesuai dengan instruksi pak bupati," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto, Senin.

Ia menjelaskan pasar subuh tersebut adalah aset milik Pemkab Trenggalek sehingga seluruh biaya pembangunan yang akan keluarkan akan menggunakan dana APBD taun 2012 dari pos biaya tak terduga.

"Karena ini masuk kategori bencana, kemarin malam sekitar jam 2.00 pak bupati langsung telepon ke saya untuk segera membuat surat penggunaan dana tak terduga, Insyaallah besok semuanya klir," ujarnya.

Namun Joko enggan menyebutkan jumlah anggaran yang akan dikucurkan, karena masih dalam pembahasan tim teknis BPBD dan asisten dua setda Trenggalek.

"Yang jelas pasar subuh akan kami bangun seperti semula, yakni berupa loss, kalau untuk kios-kios kemarin itu adalah inisiatif dari pedagang sendiri," imbuhnya.

Dari kalkulasi yang dilakukan tim BPBD, jumlah kerugian akibat ludesnya 31 kios tersebut diperkirakan mencapai Rp 2.6 miliar, terdiri dari bangunan pasar dan aset milik sejumlah pedagang.

Sementara itu, dari pantauan ADSFM sejumlah pedagang mengaku kebingungan mencari lokasi yang nyaman untuk berjualan, pasalnya harus berjejal di jalan raya, sedangkan pemkab Trenggalek hingga belum memberikan bantuan tenda darurat.

"Kalau di jalan seperti ini kan repot karena harus berbagi dengan pengguna jalan, belum lagi kalau turun hujan," kata salah satu pedagang, Nur.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Trenggalek, Yuli Priyanto, berjanji akan segera mencarikan lokasi sementara yang aman untuk berjualan, selain itu tenda darurat juga akan dipasang untuk kenyamanan pedagang.

"Ini masih dalam proses, kami terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar penanganannya bisa lebih cepat," katanya.

ANTISIPASI KECURANGAN, POLISI SIDAK SPBU

POLISI TRENGGALEK SIDAK SPBU ANTISIPASI KECURANGAN

Trenggalek, 19/3 (ADSFM) - Tim gabungan Polres Trenggalek dan polisi dan Satpol PP, Senin siang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), untuk mengantisipasi kecurangan menjelang kenaikan harga BBM, April.

"sidak ini untuk memastikan stok bahan bakar di masing-masing SPBU apakah terjadi hambatan atau tidak, kemudian yang kedua kami juga memeriksa standarisasi takaran dengan menggunakan alat ukur yang sudah kami bawa," kata kapolres Trenggalek, AKBP Totok Suhariyanto, Senin,

Tiga SPBU yang di periksa tim bagungan diantaranya SBPU Soekarno-Hatta, Karangsoko dan SPBU di sekaligus untuk Tim gabungan yang berjumlah belasan orang tersebut meninjau tiga SPBU yang di Jalan Soekarno-Hatta, SPBU karangsoko dan SPBU gandusari.

Disetiap SPBU yang didatangi, anggota polisi yang dipimpin langsung kapolres tersebut langsung meminta petugas SPBU untuk menuangkan BBM pada alat ukur, untuk memastikan takaran yang dikeluarkan mesin pompa bensin.

"Setelah kami cek ternyata tidak ada masalah, takarannya juga sesuai kemudian stok di masing-masing SPBU juga masih relatif maman meskipun ada kenaikan jumlah pembeli," ujarnya.

Totok menambakan, sidak tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi aksi penimbunan BBM yang kemungkinan dilakukan oleh pihak SPBU dengan modus kerusakan alat.

"Bisa saja modus operandi itu dilakukan, dengan alasan rusaknya mesin pompa kemudian tidak melayani masyarakat, padahal stok BBMnya ada. Tapi hasil pengecekan ini tadi semua masih normal" kata orang monor satu di kepolisian Trenggalek ini.

Disisi lain kapolres mengaku telah memerintahkan ke seluruh polsek jajaran untuk melakukan pengamanan sekaligus pemantauan di setiap SBPU wilayan pinggiran menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Minimal setiap SPBU ada lima anggota, namjun kalau terjadi peningkatan jumlah pembeli maka jumlah anggota bisa saja kami tingkatkan," kata pria asli Solo ini.

Sementara itu, Salah satu pengusaha SPBU, Ponen membenarkan terjadinya kenaikan jumlah pembeli di POM bensin miliknya, menurutnya stok BBM yang dimiliki masih mencukupi untuk melayani masyarakat.

"Kecuali untuk yang di Kecamatan Munjungan, karena di sana itu stok premium oleh Pertamina dijatah hanya 140 ribu liter dan solar hanya 30 ribu liter per bulan, akibatnya untuk BBM jenis solar setengah bulan sudah habis," katanya.

Minggu, 18 Maret 2012

PULUHAN KIOS PASAR SUBUH TRENGGALEK TERBAKAR

Trengalek, 18/3 (ADSFM) - 31 kios di Pasar Subuh, Keluahan Surodakan, Kabupaten Trenggaek, Jawa Timur ludes dilalap api, Minggu dini hari.

Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab Trenggalek yang didatangkan ke lokasi kejadian tampak kewalahan melakukan upaya pemadaman, akkibatnya api baru bisa dikuasai sekitar pukul 5.00 WIB.

"BPBD dapat telepon sekitar pukul 1.30 WIB kemudian pukul 1.45 kami datang ke lokasi, kami mengakui memang kewalahan karena angin cukup kencang sehingga api terus membesar, selain itu juga karena keterbatasan peralatan," kata kepala BPBD Trenggalek, Joko Rusianto.

Melihat kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya petugas pemadam kebakaran difokuskan untuk melokaklisir api agar tidak merember ke perkampungn warga.

"Karena dengan salah satu rumah warga itu tinggal beberapa meter saja, kalau tidak dilokaslisir kerugian akan semakin besar," imbuhnya.

Akibat kebakaran tersebut, dua blok yang sebagian besar dihuni pedagang sembako tersebut rata dengan tanah, sedangkan aktifitas jual-beli dipindah di jalan Supriyadi dan Ahmad yani.

Salah satu pedagang sembako, Nur, menduga kebakaran itu diduga berasal dari konsleting arus listrik di kios sembako milik Zaenab, yang kemudian membesar dan merembet ke dua blok di pasar subuh.

"Api mulai muncul itu sekitar jam 1.00 WIB dari bagian atap kiosnya mbak Zaenab, waktu itu terdengar suara 'gletok-getok' dari atap dan api terus besar," kata salah satu pedagang, Nur.

Melihat kobaran api tersebut puluhan pedagang yang baru mulai beraktifitas langsung semburat menyelamatkan barang dagangannya masing-masing.

"Warga tidak berani membantu yang disekitar kiosnya bu zaenab termasuk di kios saya, karena kayu-kayu yang terbakar mulai berjatuhan ke bawah, jadinya ya habis semuanya," katanya sambil menangis.

Sementara itu pedagang lain, Samsun, mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat peristiwa itu, pasalnya sehari sebelumnya ia baru berbelanja barang dagangan senilai Rp30 juta.

"Kemarin itu saya pikir mumpung hari minggu jadi belanja cukup banyak, karena biasanya pembeli juga ramai, tapi kenyataanya malah seperti ini," katanya pasarah.

Kini tim identifikasi Polres Trenggalek masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, sementara disekitar lokasi juga masih terpasang garis polisi.
Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India