KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Senin, 25 Maret 2013

"SRA", Solusi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Sekolah

(ADS FM)– Tingginya kasus kekerasan terhadap anak di sekolah, sangat diperlukan adanya terobosan baru di dunia pendidikan yaitu Sekolah Ramah Anak (SRA). Senin, 18/ 03/ 2013, bertempat di pendopo kabupaten Trenggalek, diselenggaran sosialisasi gagasan sekolah ramah anak di hadapan seluruh undangan yang hadir yaitu, Kepala Dinas Pendidikan Kusprigianto, anggota Komisi IV DPRD, utusan Kemenag, Kepala BPPKB, kepala UDP dan kepala sekolah SMP/ MTs, SMA/ SMK, se-kabupaten Trenggalek. Gagasan program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di sekolah.

Bupati Trenggalek, Ir. Mulyadi WR yang hadir langsung dalam acara tersebut, dalam sambutannya, mengaku sangat mendukung program SRA, yaitu dengan kesiapan menganggarkan dana yang diambilkan dari APBD untuk membiayai program tersebut. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kabupaten Trenggalek layak anak.


Seperti yang termuat dalam Permen PP dan PA No 12 Tahun 2011 berbunyi bahwa, Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah sekolah yang mampu menjamin pemenuhan hak anak dalam proses belajar mengajar, aman, nyaman, bebas dari kekerasan dan diskriminasi, serta menciptakan ruang bagi anak untuk belajar berinteraksi, berpartisipasi, bekerja sama, menghargai keberagaman, toleransi, dan perdamaian.


“ Di sekolah-sekolah masih ada kesenjangan kebijakan, misalnya pemberian hukuman yang masih fokus ke siswa yang melakukan pelanggaran, belum ada kebijakan khusus yang melindungi anak dari perlakuan salah dan penanganannya”, kata Winny Isnaini ketua Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur dalam menyampaikan materinya.


“ Tahapan menangani anak yang ada hanyalah ketika anak melakukan kesalahan, belum untuk berupa layanan ketika anak mempunyai masalah” lanjut Dia.


Dalam merealisasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) semua komponen harus ikut terlibat dan mendapatkan penguatan kapasitas agar relasi antar struktur bisa berjalan optimal. Misalnya dalam hal pembuatan aturan sekolah seharusnya siswa juga ikut terlibat. Hal ini merupakan stimulan agar anak mampu ambil bagian secara bertanggung jawab. Disamping itu juga akan menjadi jembatan kesenjangan relasi antara guru dan murid. Selain untuk mengasah intelektual, sekolah bisa menjadi sarana untuk berekreasi dan bereksplorasi karena semua elemen di sekolah mampu membuat suasana menjadi nyaman.


Jangan sampai terlambat untuk melakukan perubahan, agar permasalahan di kabupaten Trenggalek yang membuat anak tidak mendapat hak pendidikan , terpaksa berhenti sekolah atau mengalami perlakuan salah di sekolah dapat dicari solusinya.(HN)


Rabu, 26 Desember 2012

Berjumpa Penyu di Taman Kili Kili

Trenggalek 26/ 12 (ADS FM) - Konservasi penyu Taman Kili Kili di desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek menawarkan suasana liburan yang berbeda dari biasanya. Kalau liburan ke pantai cuma untuk berenang atau berjemur di pasir putih. Nah, di sini selain ada pantai dengan pemandangan indah, anda bisa belajar banyak tentang penyu atau yang biasa disebut tukik. Apalagi saat liburan sekolah sekolah seperti saat ini, sekalian bisa memperkenalkan kepada anak-anak untuk tahu dan nantinya peduli untuk menjaga kelestarian populasi penyu yang semakin habis.

Sebenarnya masyarakat  sekitar sudah mengetahui  sejak lama adanya penyu yang bertelur di pantai tersebut. Tetapi karena kurangnya pemahaman, mereka menjual telur-telur penyu yang ditemukan atau dikonsumsi sendiri.
Yang mengejutkan ternyata enam dari tujuh spesies penyu di dunia, ada di perairan Indonesia. Namun, populasi enam spesies penyu laut tercantum sebagai yang rentan, terancam, atau sangat terancam menurut IUCN Red List of Threatened Species (Daftar Merah Spesies Yang Terancam Menurut IUCN). Ancaman utama yang dihadapi oleh penyu laut mencakup hancurnya habitat dan tempat bersarang, penangkapan, perdagangan ilegal dan eksploitasi yang membahayakan lingkungan (www.desawonocoyo.com).

Walaupun masuk ke tempat ini tidak dipungut biaya, petugas penjaga disana siap memberikan informasi apa saja tentang penyu. Sangat mudah untuk menuju Taman Kili-Kili, karena lokasinya satu arah menuju Pantai Pelang yang beberapa waktu lalu juga mendapatkan penghargaan "Anugerah Wisata Nusantara Jawa Timur 2012". Jadi ketika anda mengunjungi pantai Pelang bisa sekalian mampir ke Taman Kili-Kili. 










 

Rabu, 17 Oktober 2012

Pedasnya Sego Gegok Bikin Ketagihan


Trenggalek 17/10 (ADS FM) - Menikmati liburan  ke suatu daerah, belum lengkap sih rasanya kalau tidak mencicipi makanan khas setempat. Kalau Yogjakarta punya nasi gudeg, Surabaya dikenal dengan rujak cingurnya atau Madiun dengan pecelnya. Nah, kalau anda mampir ke kabupaten Trenggalek, Jawa Timur jangan sampai kelewatan menikmati sego atau bahasa Indonesianya nasi “Gegok”. Makanan sangat sederhana yang dibuat dari nasi karon, ditambah sambal ikan teri, dibungkus dengan daun pisang dan kemudian dikukus ini cocok sekali lho untuk anda yang suka dengan rasa pedas. Tapi hati-hati ya, bagi yang punya masalah dengan lambung. Sego gegok lebih cocok dimakan saat masih panas, mulut rasanya sampai seperti terbakar saat mencicipi sedikit saja sego gegok ini. Nggak percaya, coba sendiri aja deh!!
Memang sekarang ini sudah banyak  warung berdiri yang menjual sego gegok, tetapi untuk yang asli cuma ada di desa Sumurup, Bendungan. Sebuah desa yang berada di sebelah utara pusat kota Trenggalek. Namanya warung sego gegok “BU GASUN”. Nggak susah kok mencarinya, karena letak warung ini di pinggiran jalan yang menghubungkan antara Trenggalek dengan kecamatan Bendungan. Kalau dari alun-alun kota, jaraknya kurang lebih  enam kilometer lah ke arah utara, atau kira-kira dua puluh menit untuk sampai kesana. Pemandangan dan udaranya masih sangat alami, khas pedesaan lah, jadi menikmati sego gegok terasa  lebih “mak nyus”. Minumnya juga tinggal pilih, mau yang hangat atau yang dingin, sesuai selera anda deh.
Bu Gasun si pemilik warung tersebut mengaku kalau di hari biasa ,  dalam sehari saja untuk membuat sego gegok rata-rata memerlukan beras sampai 25 kilogram, cabe  dan ikan tengiri 3 kilogram untuk membuat sambal. Bahkan bisa lebih kalau pas hari Minggu atau hari libur. Pelanggan warung  ternyata tidak hanya berasal dari Trenggalek saja, tetapi banyak yang datang dari luar kota seperti Tulungagung atau Ponorogo. Mereka cukup penasaran, apalagi setelah beberapa waktu yang  lalu, salah satu televisi nasional pernah meliput keberadaan sego gegok di warung ini. Untuk menikmatinya pun anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam lho, karena harganya pun cukup ekonomis, cuma seribu rupiah per satu bungkusnya. Wow..! keren kan?
Ardi salah satu warga setempat, mengaku sering membeli sego gegok di warung bu Gasun. Ia beralasan makanan ini harganya yang sangat murah, sesuai dengan kantong pelajar gitu. Biasanya ia dan teman-temannya datang rame-rame pada sore hari setelah pulang sekolah.
Beda lagi dengan pak Rudi, pembeli yang berasal dari tetangga kabupaten yaitu Tulungagung. Bersama keluarganya pak Rudi mengaku masih baru sekali mampir ke warung sego gegok bu Gasun. “Pengin nyoba aja sih, soalnya kita kan juga suka dengan makanan pedas, nanti juga mau borong untuk oleh-oleh”, katanya sambil tertawa.
Nah, anda jadi penasaran kan dengan kuliner sego “GEGOK” , makanya kalau anda pas berkunjung atau berlibur ke Trenggalek, Jawa Timur jangan sampai lupa untuk mencicipi kuliner murah meriah ini. Dijamin deh, anda akan ketagihan..!!

"KONANG", Pantai Cantik Yang Terabaikan

Daerah kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang berada di pesisir selatan pulau Jawa dikenal memiliki  banyak tempat wisata pantai yang cukup terkenal misalnya, Pantai Prigi, Pantai Damas, Pantai  Pasir Putih Karanggongso yang semuanya berada wilayah kecamatan Watulimo. Namun sayang masih ada tempat-tempat lain yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah  semisal pantai Konang yang berada di wilayah kecamatan Panggul. Berjarak kurang lebih 50 KM dari pusat kota, perjalanan kesana membutuhkan waktu tiga jam jika dengan  menggunakan angkutan umum sejenis ELF atau Colt .  Hal tersebut selain karena akses kesana berupa daerah pegunungan dengan jalan yang berkelok-kelok, dibeberapa titik seperti  di kecamatan Dongko kondisi badan jalan juga mengalami rusak berat. Anda yang berasal dari luar kota harus lebih ekstra hati-hati jika belum memahami medan yang ingin dilewati.
Selain permasalahan jalan menuju pantai Konang yang sering menjadi kendala, pengunjung sering mengeluhkan fasilitas yang sangat minim. Mulai air bersih kamar mandi,  WC umum atau tempat berteduh di sekitar pantai belum sepenuhnya memadai.  Kebersihan pantai ini juga masih belum dikelola secara maksimal, makanya pengunjung sering dibuat tak nyaman dengan banyaknya sampah laut.
Riski, salah satu warga setempat yang sering berkunjung ke pantai Konang menyayangkan akan kebersihan di tempat wisata ini, padahal jika digarap dengan serius, ongkos masuk pantai ini bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selanjutnya pantai Konang  bisa berubah menjadi wisata andalan lainnya di kabupaten Trenggalek.
Memang untuk saat ini nama pantai Konang belum setenar pantai Pelang, yang juga berada di kecamatan Panggul, namun hamparan pasir pantai  memanjang  ditambah dengan keindahan ombak khas laut selatan, pantai Konang bisa dijadikan  salah satu alternatif tujuan liburan anda di akhir pekan. Yang menarik untuk masuk ke lokasi pantai Konang tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Maka jangan heran jika masyarakat sekitar atau pengunjung dari luar daerah banyak  berkunjung saat  hari Minggu atau momen-momen tertentu misalnya tahun baru dan libur lebaran. Biasanya pada perayaan tersebut akan digelar pertunjukan-pertunjukan yang menghibur masyarakat seperti musik dangdut dan jaranan yaitu kesenian tradisional asal kabupaten Trenggalek. Untuk oleh-oleh, sekaliyan  anda bisa memborong berbagai macam ikan, hasil tangkapan langsung dari para nelayan dengan harga sangat murah.

Senin, 08 Oktober 2012

LESTARIKAN SENI JAWA ALA PAMOR

Ada yang beda di program acara Pasar Humor (PAMOR) mulai hari Minggu kemarin, “Karaoke Campursari Live lewat telepon”. Tujuannya selain untuk hiburan, juga mewadahi pendengar radio yang memiliki bakat dalam bernyanyi lho. Sesi karaoke di program acara yang digelar setiap hari Mingggu itu, ternyata langsung dapat sambutan yang bagus dari pendengar, terbukti dalam durasi siaran 3 jam banyak dari mereka yang tertarik untuk berkaraoke. Kabag Siar Dewi Bahri bilang, untuk yang ingin berkaraoke, mulai jam 12 siang pendengar radio di Trenggalek dan sekitarnya bisa dengar acara PAMOR yang akan ditemani penyiar kocak Minah atau  Mijah di  94,8 FM.Kita tunggu ya........

Rabu, 20 Juni 2012

PULUHAN DESA DI TRENGGALEK RAWAN KEKERINGAN


Trenggalek 20/6 (ADSFM) - Sekretaris Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Suprapto, menyatakan, sedikitnya 35 desa di wilayahnya masuk dalam kawasan rawan bencana kekeringan.

"Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, 35 desa itu tersebar di 12 kecamatan dengan wilayah terparah berada di kawasan pegunungan, seperti Suruh, Panggul dan Dongko," katanya di Trenggalek, Rabu.

Menurutnya, penetapan kawasan rawan kekeringan itu dilakukan setelah petugas BPBD Trenggalek melakukan pengamatan di beberapa desa selama beberapa tahun terakhir.

"Tahun lalu wilayah yang sangat parah atau masuk kategori kering kritis itu di antaranya adalah Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, kemudian seluruh desa di Kecamatan Panggul dan Desa Petung, Kecamatan Dongko," ungkapnya.

Suprapto menambahkan , di lokasi yang mengalami kering kritis tersebut, warga setempat harus menempuh perjalanan lebih dari tiga kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Sebagai langkah awal untuk mengantisipasi krisis air di Trenggalek, BPBD mulai berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB).

"Langkahnya seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni kami mengajukan bantuan untuk droping air bersih. Selain itu kami juga mengajukan bantuan perpipaan, tujuannya agar bisa membantu warga untuk mengambil air" ucapnya.

Lebih lanjut Prapto menjelaskan, selain menyiapkan sarana dan prasarana, pihaknya juga menyediakan dana siap pakai ("on call") apabila sewaktu-waktu terjadi darurat krisis air bersih.

Meski menyebut ada 35 daerah yang potensi terdampak bencana kekeringan selama musim kemarau, Suprapto mengaku pihaknya sejauh ini belum menerima laporan terjadinya krisis air dari desa-desa tersebut.

"Kalau harapannya jangan sampai terjadi kekurangan air, namun demikian apabila hal itu terjadi, kami BPBD maupun Pemkab Trenggalek telah siap untuk melakukan penanganan," katanya.

Jumat, 01 Juni 2012

RATUSAN HEKTER TANAMAN PADI DI TRENGGALEK RUSAK

Trenggalek, 1/6 (ADSFM) - Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur rusak dan mengalami gangguan pertumbuhan.

"Tanaman padi yang usianya masih 10 hingga 30 hari ini tiba-tiba menguning atau petani disini sering menyebutnya ngleles, kalau sudah seperti itu padi tidak mau tumbuh lagi," kata salah satu petani di desa Ngadirenggo, Nurhadi, Jumat.

Kerusakan tanaman padi tersebut paling parah terjadi di Desa Ngadirenggo kecamatan pogalan, dengan luas area lebih dari 200 hektare.

Ia mengaku, beberapa petani di desanya telah langkah penanggulangan melakukan penyemrpotan beberapa jenis obat-obatan pertanian, namun tanaman padi tersebut justru semakin menguning dan mati.

"Sampai sekarang kami belum tahu apa yang menjadi penyebabnya, karena kalau dilihat dari pola tanam sudah cukup bagus, padi disini ini hanya dua kali masa tanam setelah diganti dengan kedelai," katanya.

Untuk memperbaiki kerusakan tanaman penghasil beras tersebut para petani terpaksa melakukan penanaman ulang dengan sistim tambal sulam. Namun hal itu hanya terbatas pada padi berusia kurang dari satu bulan, sedangakan untuk padi diatas satu bulan petani setempat mengaku kesulitan mencari bibit pengganti.

"Milik saya ini sudah tiga kali tambal sulam dan kalau dilihat dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya kemungkinan besar kawasan yang rusak seperti ini akan terus meluas," kata petani lain, Sumirah.

Wanita paruh baya ini menjelaskan, rusaknya tanaman padi tersebut dipastikan akan berpengaruh pada hasil panen yang didapat, bahkan ia memperkiraan penyusutan hasil panen musim ini bisa mencapai 50 persen.

"Kalau sudah begini kami harus siap-siap merugi, bayangkan saja untuk biaya tanam sudah berapa, belum lagi pengolahan lahan, kemudian obat-obatan," imbuhnya memelas.

Ia berharap pemerintah setempat melalui dinas pertanian melakukaan penelitian diwilayahnya serta mencarikan solusi agar para petani tidak mengalami kerugian terus menerus.

"Tahun sebelumnya pernah mengalami masalah yang sama kemudian (dinas) pertanian memberikan bantuan berupa pupuk cair, namun ternyata tidak mempan," ujarnya.

Selasa, 22 Mei 2012

LPSE KABUPATEN TRENGGALEK MACET AKIBAT BOM DATA


Trenggalek, 22/5 (ADSFM) - Kepala UPT Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Heru Dwi Susanto menduga macetnya sistem lelang elektronik yang dipimpinya akibat dari bom data yang dikirimkan oleh pihak tertentu.

"Hal ini sesuai dengan analisa sementara dari pihak Telkom selaku provider, jadi dari penelusuran itu diketahui ada orang-orang tertentu yang sengaja mengirimkan (mengunggah) paket data dalam jumlah besar hingga berlipat-lipat dari bandwidth yang dimiliki LPSE," katanya, Selasa.

Menurutnya, paket data yang diunggah untuk memacetkan jaringan LPSE Trenggalek tersebut diperkirakan mencapai delapan Gigabite, sedangkan bandwidth yang dimiliki hanya dua megabite.

lanjut dia, dalam kondisi normal sistem lelang elektronik tersebut mampu menerima kiriman seribu paket data lelang dari peserta tender.

Heru menjelaskan, pengiriman bom data tersebut dilakukan pada tanggal 15 Mei sekira pukul 14.00 WIB, yang bertepatan dengan batas akhir pendaftaran proyek bernilai besar.

"Data itu diunggah secara kontinyu, sehingga jaringan LPSE macet total dan tidak bisa diakses, bahkan panitia lelang saja kesulitan untuk mengunduh" katanya, saat ditemui di kantor LPSE.

Ia menambahkan, pihak Telkom saat ini telah mengetahui titik mana saja yang mengirimkan dokumen dalam jumlah besar itu, hanya saja manajemen BUMN tersebut enggan memberitahu apabila tidak diminta secara resmi oleh pihak yang berwajib.

"Makanya saat ini kami masih koordinasi apakah dengan pimpinan, tentang perlu tidaknya melaporkan kasus tersebut ke kepolisian," ujarnya.

Kepala UPT LPSE ini merilis, sejak pertama kali dioperasikan, situs lelang berbasis internet milik Pemkab Trenggalek tersebut telah dua kali mengalami gangguan teknis, yakni pada tanggal tujuh (7) dan 15 Mei.

"Untuk yang pertama itu akibat dari kabel fiber optic (FO) yang menuju server LPSE dipotong dan kemungkinan hal ini dilakukan secara sengaja, karena dilihat dari hasil pemotongannya sangat rapi, kemudian muncul lagi gangguan kedua berupa bom data itu" imbuhnya.

Untuk menghindari kejadian serupa, Bupati Trenggalek, Mulyadi memerintahkan pihak LPSE untuk memindahkan server ke kantor sekretariat daerah dan mematikan sementara sistem 'online' tersebut menunggu hingga analisa PT Telkom selesai dilakukan.

"Rencananya hari ini hasil analisa resmi dari Telkom akan dikirimkan, sekaligus akan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Perlu kami tegaskan, permasalahan ini terjadi pada jaringan, bukan pada sistem (server)" kata Heru.

Sementara itu ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Guswanto, meminta pihak LPSE untuk meningkatkan pengamanan pada sistem maupun lokasi penyimpanan server lelang, sehingga kasus serupa tidak terulang lagi.

"Jangan sampai hasil lelang tidak mencapai 45 persen seperti yang diamanahkan oleh Undang-undang gara-gara sistem yang tidak siap," katanya.

Selasa, 24 April 2012

BUPATI TRENGGALEK RELAKAN KEPALA DISHUB MUNDUR

Trenggalek, 24/4 (ADSFM) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mulyadi Wiryono tidak mempermasalahkan pengunduran diri kepala dinas perhubungan komunikasi dan informatika,Ulang Setyadi dari jabatannya.

"Ya kalau mengundurkan diri diganti begitu saja, itu kan hak masing-masing individu, yang mau kan masih banyak," kata Mulyadi, saat ditemui ADSFM usai meninjau ujian nasional di SMPN I Kampak, Selasa.

Ia mengaku surat pengunduran duri Ulang Setyadi dari jabatan kepala dinas telah diterimanya sejak dua minggu yang lalu dan saat ini masih dalam proses.

"Yang jelas saat ini kami sedang menindaklanjuti pengajuan itu, mengenai penggantinya ditunggu sajalah nanti pasti akan diketahui," ujarnya.

Sementara itu terkait polemik perubahan jalur (trayek) MPU dan Bus yang alasan pengunduran diri Ulang, bupati mengaku sudah terselesaikan dengan baik, ia mengklaim saat ini jalur angkutan umum tersebut berjalan dengan normal.

"Sekarang kan sudah bagus, ya dibiarkan saja, masyarakat sudah menerima dan MPU juga tidak protes, jadi tidak perlu dirubah lagi," ujarnya.

Lebih lanjut mantan Penjabat Walikota Mojokerto ini menegaskan, pihaknya tidak serta merta dalam memutuskan perubahan jalur tersebut karena menyangkut masyarakat banyak.

"Untuk memutuskan itu harus menampung semua aspirasi dulu, jangan sampai yang satu bisa kenyang yang lainnya kelaparan, itu kan tidak adil," katanya beralasan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Ulang Setyadi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya karena merasa gagal dalam melaksankan perintah bupati untuk melakukan perubahan jaalur MPU dan Bus.

Disisi lain Ulang kecewa karena bupati tidak segera merespon/menindaklanjuti usulan dari mayoritas pelaku tranasportasi umum di wilayah Trenggalek yaang menghendaki uji coba jalur pertama.

KEPALA DINAS PERHUBUNGAN TRENGGALEK MUNDUR

Trenggalek, 24/4 (ADSFM) - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Ulang Setyadi mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa gagal melaksanakan tugas.

"Saya mengajukan surat pengunduran diri ke pak bupati hari kamis sekitar dua minggu yang lalu, intinya saya minta dipindahkan kebagian lain untuk diganti oleh orang yang lebih kompeten," katanya, Selasa.

Ia menjelaskan, pengunduran diri dari jabatan kepala dinas tersebut dilatarbelakangi oleh polemik rencana pemindahan jalur(trayek) MPU dan Bus di wilayah Trenggalek yang hinga kini tidak kunjung terselesaikan.

"Uji coba jalur itu adalah perintah pak bupati kami laksanakan dengan uji coba pertama, namun kemudian muncul demonstrasi pro dan kontra, hingga diuji coba lagi untuk yang kedua yang ketiga, padahal saat itu sudah saya sampaikan berbahaya tapi tetap dipaksakan," ujarnya.

Ulang menilai dari beberapa kali uji coba jalur tersebut, sejumlah usulan dari awak MPU dan Bus tidak mendapatkan respon positif dari Bupati Trenggalek, Mulyadi WR.

Puncaknya terjadi sekitar satu bulan yaang lalu, saat itu dinas perhubungan mengadakan pertemuan dengan sejumlah awak MPU dan Bus, mayoritas pelaku transportasi umum tersebut mengusulkan agar bupati Trenggalek menetapkan uji coba jalur pertama sebagai trayek resmi.

"Kenyataanya setelah kami ajukan ke pak bupati sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," ucapnya.

Menurutnya, sebagai staf bupati yang mendapatkan mandat tersebut memu melaksanaan tugas dengan baik dan tuntas, namun kenyataanya hingga kini belum terselesaikan, sehingga ia mengakui itu sebuah kegagalan.

"Disisi lain, kepala dinas perhubungan itu adalah pembina masyarakat transportasi daerah, pada saat keinginan warga transportasi tidak bisa saya fasilitasi dan tidak mendapatkan respon, itu kan juga sebuah kegagalan. Kalau saya sudah gagal di dua sisi, kenapa harus dilanjutkan" imbuhnya.

Pria yang juga pemilik panti asuhan ini khawatir apabila uji coba jalur yang sekarang tetap dilaksanakan akan terjadi benturan fisik antara awak MPU dengan petugas dinas perhubungan,

"Karena mereka (MPU) tidak ada yang mau melaksanakan uji coba itu, bahkan mereka cenderung nekat, ini kan bahaya," katanya.

Ia mengaku hingga kini belum mendapatkan balasan dari Bupati Trenggalek mengenai pengajuan pengunduran diri dari kepala dinas perhubungan tersebut.

Senin, 16 April 2012

UJIAN DI RUTAN, SEORANG PELAJAR DI JAGA LIMA PENGAWAS

Trenggalek, 16/4(ADSFM) - Lima orang pengawas dikerahkan untuk menjaga seorang tahanan yang menjadi peserta ujian nasional (UN) tingkat SMA di Rumah Tahanan (Rutan) Trenggalek.

Dari pantauan ADSFM, pelajar yang berinisial BAP (18) tersebut mengerjakan soal-soal ujian di aula rutan dengan tidak berseragam dan hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans,

"Dia dari SMA Muhammadiyah Watulimo, ia harus menjalani ujian nasional di rutan karena terjerat Undang-Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 yakni pengedarkan obat-obatan terlarang," kata Kasi Pelayanan Tahanan Rumah Tahanan Trenggalek, Adi Santosa, Senin.

Ia menjelaskan lima pengawas yang diterjunkan untk menjaga pelajart tersebut terdiri dari dua guru pengawas, dua anggota polisi dan seorang pendamping dari SMK Muhammadiyan Watulimo.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Adi ini mengatakan, pemberian ijin penggunakaan Rutan Trenggalek sebagai lokasi UN, tidak lain untuk memberikan kesempatan agar pelajar tersebut bisa megikuti ujiaan seperti siswa lainnya.

"Sabtu kemarin lusa kami mendapat surat dari sekolah asal BAP, dengan pertimbangan kemanusiaan serta pemenuhan hak-hak dia sebagai warga negara akhirnya kami ijinkan," ujarnya.

Pihak rutan juga memberikan waktu seluas-luasnya kepada BAP untuk melakukan persiapan dengan belajar didalam sel tahanan.

Sementara itu Kepala SMA Muhammadiyah Watulimo, Purwanto Hadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan kepada siswa yang tejerat kasus hukum itu, dengan memberikan materi tambahan di dalam rumah tahanan.

"kami sudah berkoordinasi dengan pihak rutan dan mendapat sambutan yang baik, sehingga kami yakin yang bersangkutan sudah siap mengikuti ujian nasional," katanya kepada wartawan di rutan.

Sementara itu, dikonfirmamsi terpisah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto, menyatakan seluruh siswa yang sudah terdaftar sebagai peserta ujian nasional maka berhak untuk mengikuti.

"Prosedurnya sama, termasuk dipantau oleh guru pegawas serta dari pihak kepolisian, waktu pelaksanaannya juga sama, sehingga tidak ada pembedaan dengan peserta yang lainnya," katanya.

Kusprigianto mengklaim pelaksanaan ujian hari pertama berjalan dengan lancar dan tidak ada hal-hal yang menghambat termasuk kekurangan naskah maupun LJK.

"Alhamdulillah, dari sidak di SMK I, SMA I dan SMA 2 Trenggalek semuanya berjalan dengan tertib dan lancar, semoga hingga ahari terakgir nanti juga demikian," harapnya.

Jumat, 13 April 2012

DISDIK TRENGGALEK DISTRIBUSIKAN NASKAH UJIAN NASONAL

Trenggalek, 13/4 (ADSFM) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, Jumat siang mulai mendistribusikan ribuan naskah ujian nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK ke 13 Polsek jajaran.

"Kecuali kecamatan Trenggalek, seluruh naskahnya akan disimpan dimasing-masing polsek sampai hari H pelaksanaan ujian, sedangkan untuk wilayah kota tetap disimpan di polres," kata kabid Pendidian Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek, Anwarudin, Jumat.

Menurutnya, naskah yang didistribusikan tersebut sebanyak 88 kardusyakni 55 kardus untuk SMA dan MA dan 33 karus untuk sekolah kejuruan (SMK).

Masing-masing kardus terdiri dari naskah ujian, lembar jawaban komputer (LJK), denah ruangan, serta pakta integritas kejujuran ujian nasional.

"Jadi satu paket (kardus) ini sudah lengkap dan nanti untuk pakta integritas kejujuran ini harus ditandatangani oleh pengawas sebagai bentuk komitmen untuk penyelenggaraan ujian nasional yang jujur dan bebas dari kecurangan," ujarnya.

Lebih lanjut mantan kasi kurikulum ini menjelaskan, distribusi naskah ujian nasional ke seluruh polsek tersebut dilakukan agar proses pengambilan soal pada saat pelaksanaan ujian berjalan lebih lancar.

"Nanti teknisnya, soal-soal ini akan didistribusikan lagi ke masing-masing sekolah penyelenggara pada hari H pelaksanaan ujian, mulai tanggal 16 sampai dengan 19 April sesuai mata pelajaran yang di ujikan, jadi mengambilnya cukup di polsek" kata Anwaruddin menjelaskan.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Trenggalek, AKP M Yasir mengatakan, untuk membantu serta mengamankan proses pendistribusian naskah ujian, pihaknya menerjunkan 200 anggota polisi.

"Anggota kami tugaskan untuk mengawal naskah mulai dari polres sampai dengan polsek dan nanti untuk pengamanan di polsek akan dijaga selama 24 jam penuh," katanya.

Sedangkan pada saat pelaksanaan ujian, kepolsian Trenggalek akan menerjunkan 400 anggotanya, yang disebar ke masing-masing sekolah penyelenggara.

"Sesuai dengan petunjuk pelaksanaan, setiap sekolah akan kami siagakan dua personl kepolisian, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk mencegah terjadinya kecurangan," imbuh pris ayang akrab disapa Yasir ini.

Sesuai data di Dinas Pendidikan dan Kebudayan Trenggalek, pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/MA/SMK tahun 2012 akan diikuti oleh 5817 peserta, dengan rincian SMA 2494 peserta, MA 709 peserta dan SMK 2614 peserta.

"Untuk pengawasannya, kami sudah menyiapkan 583 tenaga guru dengan pembagian masing-masing ruang dijaga dua pengawas," kata Anwaruddin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, UN tahun ini akan diselenggarakan di 43 sekolah, dengan rincian SMA 15 sekolah, MA 9 sekolah dan SMK 19 sekolah.

"Sebetulnya kalau dilihat dari sekolah yang mengikuti itu ada 47, namun ada dua SMA dan dua SMK yang menggabung ke sekolah lain, sehingga jumlahnya menjadi 43 sekolah penyelenggara," pungkas Anwar.

Rabu, 11 April 2012

BP3 TROWULAN LARANG PENGGALIAN DI SEKITAR LOKASI PENEMUAN CANDI

Trenggalek, 11/4 (ADSFM) - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Jawa Timur melarang pemilik lahan serta orang yang ada disekitar penemuan situs candi di Trenggalek melakukaan aktifitas penggalian lahan.

Koordinator Lapangan BP3 Trowulan wilayah Tulungagung-Trenggalek, Hariyadi belaralasan aktifitas penggalian tanah di sekitar lokasi penemuan dapat membahayakan dan merusak kondisi situs . Namun BP3 trowulan tidak menutup lokasi penemuan dan mempersilakan masyarakat yang ingin melihat langsung .

"Diharapkan agar pemilik pekarangan itu untuk mengamankan , jadi tidak boleh melakukan aktifikas penggalian agar bangunan itu tampak jelas , karena hal itu harus ada koordinasi dengan pemerintah. Kami juga mengimbau yang mendatangi lokasi itu untuk berhati-hati dan tidak suatu aktifitas yang sudah kami pesankan kepada pemilik pekarangan rumah itu, kalau sekedar memotret, melihat tidak masalah , tapi kalau nanti ikut membantu proses penggalian itu malah menyalahi peraturan," kata Hariyadi.

Sebelumnya, warga Semarum Kecamatan Durenan Trenggalek menemukan bangunan kuno yang terbuat dari tumpukan batu bata, bangunan yag didduga peninggalan kerajaan Majapahit teersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh Kaseni dan Qosim saat melakukan penggalian tanah di belakang rumahnya.

Selasa, 10 April 2012

MAYORITAS ANGKUTAN UMUM TRENGGALEK MINTA UJICOBA PERTAMA DITETAPKAN SEBAGAI LAJUR RESMI

Trenggalek, 10/4 (ADSFM) - Mayoritas pengusaha angkutan umum di Trenggalek, Jawa Timur menghendaki uji coba jalur pertama ditetapkan sebagai trayek resmi MPU dan Bus.

Usuan itu disampaikan saat rapat kordinasi antara dinas perhubungan, kepolisian, organda serta pengusaha angkutan umum di aula Terminal Bus Surodakan Trenggalek, Selasa.

"Anda sudah lihat sendiri tadi pertemuannya seperti apa, hampir semua menghendaki uji coba pertama namun dengan beberapa perubahan," kata Kepala Dinas Pebubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Ulang Setyadi.

Menurut Ulang, apabila uji coba jalur pertama itu ditetapkan sebagai jalur resmi maka Bus yang masuk dari Surabaya dan Tulungagung akan dilewatkan melalui Bedorejo dan Pogalan, sedangkan keluar melaui wilayah kota.

Sementara itu usulan perubaan tambahan disampaikan perwakilan MPU jurusan Kampak-Munjungan yang menghendaki lewat Bendorejo saat pulang.

"Tujuannya agar MPU kampak-Munjungan bisa mengangkut penumpang bus yang turun di bendrejo, karena faktanya penumpang bus yang mau ke wilayah Kampak enggan turun di terminal, alasannya terlalu jauh," kata perwakilan MPU jurusan Kampak Munjungan, Nur.

Sedangkan perwakilan Bus Jurusan Trenggalek-Ponorogo meminta agar diperbolehkan melalui jalur Nglosor-Kota sebelum pukul 08.00 WIB untuk menangkut siswa sekolah.

"Untuk usulan itu saya akomodasi, namun setelah pukul 08.00 WIB harus lewat Karangan, karena kalau tidak diisi maka akan terjadi kekurangn angkutan," tegas Ulang Setyadi.

Lebih lanjut ulang menjelaskan mayoritas awak Bus Tulungagung-Trenggalek dan Surabaya-Trenggalek tidak mempermaslahkan dilakukan perubahan jalur.

Usulan-usulan tersebut rencananya akan disampaikan ke Bupati Trenggalek untuk dilakukan pembahasan bersama forum pimpinan daerah (Forpimda) sebelum ditetapkan sebagai jalur resmi.

Lebih lajut pria yang akrab disapa Ulang ini mengatakan, rapat koordinasi dengan sejumlah pengusaha angkutan umum tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah bupati yang menghendaki agar jalur transportasi massal tersebut segera ditetapkan.

"Kami sifatnya hanya sebagai perantara saja, masukan dari teman-teman angkutan kita tampung, namun keputusan final tetap ada pada pimpinan," tandasnya.

Sebelumnya, rencana perubahan jalur angkutan umum di wilayah Trenggalek sempat terkatung-katung lebih dari dua bulan akaibat terjadi pro dan kontra dimasyarakat.

BP3 TROWULAN TELITI PENEMUAN SITUS DI SEMARUM DURENAN

Trenggalek, 10/4 (ADSFM) - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto mulai meneliti penemuan situs candi kuno di Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

"Kemarin kami mendatangi lokasi penemuan dan sudah melihat serta melakukan identifikasi, namun untuk hasilnya belum bisa diketahui, saat ini masih dirapatkan di BP3 Trowulan," Koordinator lapangan BP3 Trowulan wilayah Tulungagung-Trenggalek, Hariyadi, Selasa.

Menurutnya untuk bisa memastikan peradaban serta tahun pembuatan situs tersebut harus dilakukaan penelitian lebih mendalam oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogjakarta.

"Karena BP3 Trowulan itu sifatnya hanya sebatas melakukan identifikasi awal, selanjutnya hasil itu akan dilaporkan ke Balar Yogjakarta untuk ditindak lanjuti dan dilakukan penggalian, jadi prosesnya panjang,"katanya.

Tim BP3 Rabu besok akan kembali mendatangi lokasi untuk melakukan pengambilan foto bangunan bersejarah tersebut sebagai data tambahan sebelum dilaporkan ke balai akreologi.

Sementara itu dari pengamatan bentuk batu bata serta susunan bangunannya, Hariyadi memperkirakan situs yang ditemukan oleh Kaseni dan Qosim tersebut adalah pagar sebuah candi.

"Kemarin itu kami juga melakukam pengukuraan ternyata panjangnya mencapai 24 meter. Biasanya pagar sebuah candi itu bentuknya adalah persegi bukan persegi panjang, sehingga dimungkinkan bangunan itu sampai dirumah warga," ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu Kabid Promosi Wisata dan Budaya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Trenggalek, Suparlan mengatakan bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu bata dimungkinkan adalah peninggalan masa kerajaan Majapahit.

"Karena ciri khas utama dari banguanan peninggalan Majapahit itu adalah batu batanya itu, tapi untuk kepastiannya kita tunggu saja penelitian dari ahlinya" katanya.

Ia memperkirakan situs-situs serupa banyak terdapat di bantaran sungai Durenan, mengingat pada masa kejayaan Majapahit, aliran sungai menjadi salah satu moda transportasi utama.

"Karena ada temuan yang lain di Desa Kamulan yang batuannya mirip dengan yang di Semarum, tapi kondisnya sudah berserakan," ujar pria yang akrab disapa Parlan ini.

Terkait laporan temuan lain itu, tim BP3 trowulan berencana melakukan penyisiran di sejumlah lokasi di Kecamatan Durenan yang dimungkinkan terdapat benda-benda serta bangunan peninggalan masa kerajaan.

"Akan kami coba datangi lokasinya sesuai informasi dari Dinas Pariwisata Trenggalek," kata Hariyadi.

PILISI PERIKSA ENAM SAKSI PERUSAKAN PENDOPO TRENGGALEK

Trenggalek, 10/4 (ADSFM) - Kepolisian Trenggalek, Jawa Timur telah memeriksa enam saksi perusakan pendopo kabupaten setempat oleh sejumlah oknum warga Kecamatan Munjungan saat unjuk rasa memprotes kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah warga, Senin (2/4/2012).

"Untuk sementara masih enam saksi, semua dari unsur pemerintah (PNS), yang terdiri dari dinas perkimsih, kantor lingkungan hidup serta kemarin dari humas," kata Kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh, Selasa.

Menurutnya, Kabag Humas Pemkab Trenggalek, Yuli Priyanto diperiksa selama tiga jam, mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB.

Ia mengaku masih akan memanggil sejumlah saksi lain yang diduga kuat mengetahui terjadinya aksi perusakan fasilitas umum milik pendopo tersebut.

Proses pemeriksaan saksi tersebut ditangani oleh Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Trenggalek, namun Siti enggan menyebutkan nama-nama orang yang akan dipanggil.

"Yang jelas kami serius dalam menangani kasus ini, semua pihak yang terlibat pasti akan kami panggil," kata perwira pertama ini.

Wanita asli Trenggalek ini mengakui hingga kini polisi masih belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Ia beralasan proses pemeriksaan saksi belum tuntas.

"Untuk bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka dibutuhkan bukti-bukti yang kuat dan saat ini proses itu masih kami lakukan, nanti kalau sudah lengkap baru ada penetapan tersangka," kata AKP Siti Munawaroh.

Sebelumnya, Senin (2/4), seribu lebih warga Kecamatan Munjungan, Trenggalek, berunjuk rasa menuntut perbaikan ruas jalan Kampak-Munjungan di pendopo kabupaten.

Aksi unjuk rasa yang semula berjalan damai tersebut tiba-tiba ricuh, warga yang kesal karena tidak bisa bertemu bupati Trenggalek melakukan perusakan puluhan pot bunga, lampu taman yang berada di sekitar pendopo dan alun-alun Trenggalek. Selain itu massa juga membakar sejumlah kursi pertemuan milik pendopo.

Senin, 09 April 2012

POLISI AMANKAN DUA MORTIR DARI PENJUAL RONGSOKAN




Trenggalek, 9/4(ADSFM) - Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur mengamankan dua besi tua yang diduga mortir peninggalan masa penjajahan Belanda dari seorang pedagang barang bekas.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Supriyanto, Senin, mengatakan mortir tersebut diamankan dari Sadar (60) warga Desa Cakul Kecamatan Dongko, sekitar pukul 08.00 WIB, setelah yang besangkutan melapor ke Polsek Dongko.

"Tadinya bahan peledak ini dibeli Sadar dari Redi warga Desa Pringapus Kecamatan Dongko dengan harga Rp 36ribu. Mereka tidak tahu kalau itu adalah mortir, kemudian saat saudara Sadar melakukan pemilahan rongsokan kaget karena bentuknya mirip peluru," katanya.

Menurutnya, dari keterangan saksi, benda tersebut secara tidak sengaja ditemukan Redi di hutan di wilayah Popoh Tulungagung, karena dikira hanya besi tua biasa akhirnya dibawa pulang ke rumahnya di Dongko.

Lebih lanjut perwira berpangkat ajun komisaris polisi ini menjelaskan, mortir tersebut memiliki berat masing-masing 6 Kilogram dengan panjang 24CM dan 30CM

Pihaknya berencana melaporkan penemuan itu ke tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polda Jatim, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi kami belum bisa memastikan apakah benda ini masih aktif atau tidak, kami juga tidak bisa mengetahui tahun pembuatannya, karena secara fisik kondisinya sudah berkarat," ujarnya.

Untuk sementara mortir-mortir yang diperkirakan peninggalan masa penjajaan Belanda itu akan disimpan di Mapolres Trenggalek.

Sementara itu dari hasil pengecekan yang dilakukan petugas Koramil Dongko, benda lonjong tersebut adalah mortir jenis fuse depan dan diperkirakan masih aktif, karena masih lengkap dengan pemicunya.

"Tadi sudah kami bawa ke Koramil, katanya mortir ini tipe 60 dan 80," kata salah satu anggota polisi.

Jumat, 06 April 2012

WARGA SEMARUM DURENAN TEMUKAN CANDI




Trenggalek, 6/4 (ADSFM) - Seorang warga menemukan situs candi kuno peninggalan masa kerajaan Mahapahit di Desa Semarum Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Situs tersebut pertama kali ditemukan oleh Kaseni (60) warga setempat sekitar dua minggu yang lalu berupa tumpukan batu bata berukuran besar yang tersusun rapi mirip bangunan pagar.

"Saat itu saya dan saudara saya QOsim sedang menggali tanah untuk bahan pembuat batu bata, namun baru kedalaman sekitar 20 centimeter menemukan banguan ini, karena penasaran saya coba gali terus ternyata masih ada dan kemungkinan ukurannya ini cukup besar," kata Kaseni, Jumat.

Saat dikukur, dimensi batu bata situs tersebut lebih besar dibanding ukuran bata jaman sekarang, yakni panjang 34CM, lebar 21CM dengan ketebatalan mencapai 10CM.

"Kalau ketinggian bangunan sekitar 1.5 meter dengan ketebalan tembok lebih dari 60CM, ini sudah saya coba gali dan kemungkinan tingginya cuma segitu," ujarnya.

Ia mengaku hampir saja menghancurkan tumoukan batu bata tanpa perekat itu untuk dipakai semen bata, namun niat itu dibatalkan setelah berkonsultasi dengan juru kunci candi Brongkah yang berada di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan.

"Saya diberitahu kalau situs ini mirip dengan candi Brongkah dan kemungkinan lebih besar," kata pria asli Semarum ini.

Kaseni memperkirakan, bangunan kuno tersebut memiliki panjang lebih dari 25 meter, hal tersebut terbukti sekitar tahun 2009 yang lalu salah satu saudaranya juga menemukan bangunan anak tangga yang terbuat dari batu bata yang tidak jauh dari lokasi penemuannya.

"Lokasinya di sebelah barat itu, jika diambil garis lurus sama persis dengan bangunan yang ini, saat itu kami sudah coba lapor ke pihak pemerintah desa katanya hanya bangunan biasa, akkhirnya di tutup kembali," imbunya.

Lebih lanjut Kaseni memceritakan, Kamis (5/4) kemarin, ia juga menemukan sambungan situs tersebut yang membentang dihalaman halaman belakang rumahnya dan diperkirakan adalah lebar bangunan.

Sementara itu, Kasi Usaha Jasa dan Penyuluhan Wisata pada Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kab. Trenggalek, Agus Prasmono yang meninjau lokasi penemuan memperkirakan, situs tersebut adalah peninggalan jaman kerajaan Majapahit pada abad ke-13. Hal itu dilihat dari struktur bangunan dan bahan bangunan yang merupakan ciri khas Majapahit.

"Tapi kami belum tahu apakah ini merupakan bangunan candi atau pemandian atau bahkan kuburan kuno, untuk bisa mengatahui hal itu perlu penelitian lebih lanjut tim arkeologi," katanya.

Pihaknya berencana melaporkan penemuan situs kuno itu ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto untuk dilakukan penelitian guna mengatahui umur serta peradabannya.

82 GURU TRENGGALEK TIDAK LULUS UJI KOMPETENSI AWAL

Trenggalek, 6/4 (ADSFM) - Sedikitnya 82 guru di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur tidak lulus uji kompetensi awal (UKA) program sertifikasi guru dan pengawas tahun 2012.

"Sehingga dari total 771 peserta, hanya 689 yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti seleksi lanjutan melalui PLPG (pendidikan dan latihan profesi guru) di UM Malang," kata Kepala Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Trenggalek, Suwatno, Jumat.

Sedangkan untuk nasib peserta yang tidak lulus Watno mengaku belum bisa memastikan, karena hingga kini dinas pendidikan belum mendapatkan petunjuk dari kementerian pendidikan dan kebudayaan.

"Jadi kami belum tahu apakah nantinya mereka (yang tidak lulus) bisa mengikuti seleksi tahun depan atau ada ujian ulangan atau justru cukup sampai disitu saja," ujarnya.

Dari 689 peserta yang dinyatakan lulus, sebanyak 52 orang merupakan guru TK, 467 orang guru SD, 159 orang guru SMP dan 11 orang guru SMK.

Menurutnya, hasil uji kompetensi awal guru tersebut mulai dipublikasikan melalui website kemendikbud tanggal 22 maret yang lalu. Selain itu pengumuman tersebut juga dirilis di papan pengumuman Dinas P&K Trenggalek.

Dikatakan Suwatno, penentuan lulus atau tidak UKA bukan LPMP yang menentukan, melainkan panitia pusat dari Kemdikbud. Sehingga ia menjamin seleksi tersebut benar-benar sesuai dengan kemampuan peserta dan terbebas dari unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

"Ingat UKA ini bukan akhir dari proses seleksi, tapi masih awal dan ada lanjutannya yakni PLPG, baru setelah PLPG nanti lulus, guru yang besangkutan menyandang status sertifikasi," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengingatkan, program sertifikasi guru ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga apabila seorang guru sudah menyandang status bersertifikasi harus benar-benar berinovasi dan lebih baik dari guru non sertifikasi. "Tidak hanya mengejar insentifnya saja," kata Suwatno.

Sementara itu, salah satu peserta UKA yang juga guru SMP Islam gandusari, Undarwati mengaku bersyukur bisa lulus uji kompetensi tersebut.

"Alhamdulillah lulus, semoga nanti PLPG juga bisa lulus," kata mantan anggota Panwaslu Trenggalek ini.

Rabu, 04 April 2012

TIGA WARUNG MAKAN DI KAMPAK TRENGGALEK TERBAKAR

Trenggalek, 4/4 (ADSFM) - Tiga kios warung warung makan yang berada di sekitar terminal MPU Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur ludes terbakar, Rabu dini hari.

"Ketiga warung itu masing-masing milik pak Riyanto, Murtini dan milik bu Misri, warung-warung ini lokasinya di timur terminal MPU, jadi sudah diluar komplek terminal," kata Kepala Desa Bendoagung, Sumaji.

Ia menjelaskan, kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh salah satu warga yang baru pulang dari Puskesmas Kampak.

"Saat itu api sudah mulai membesar, akhirnya warga sekitar dengan menggunakan alat seadanya (timba dan air kran) berusaha mamadamkan api," ujarnya.

Akibat minimnya peralatan tersebut proses pemadaman api berjalan cukup lama dan baru sekitar dua jam kemudian atau pukul 05.00 WIB kobaran si jago merah bisa dipadamkan. "Sampai api padam tidak ada mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi," katanya.

Menurut kepala desa, warga sempat panik dan khawatir api akan merembet ke kios-kios serta rumah warga yang lainnya, karena lokasinya saling berdekatan.

Sementara itu hingga berita ini ditulis penyebab kebakaran tersebut belum diketahui, tim identifikasi Polres Trenggalek yang diterjunkan langsung ke lokasi kejadian belum berani menyimpulkan.

"Ini masih dalam proses penyelidikan, yang jelas beberapa barang bukti yang kemungkinan menjadi petunjuk penyebab kebakaran sedang kami teliti," kata kasubbag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh.

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan awal, seluruh pemilik warung mengaku tidak ada yang menyalakan kompor pada saat kejadian, sehingga kecil kemungkinan munculnya api dari ledakan kompor gas.

Disisi lain, kebakaran yang terjadi sebelum subuh itu, menyebabkan kerugian materiil lebih dari Rp30 juta, dengan kerugian terbesar dialami oleh Misri.
Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India