KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Senin, 26 September 2011

JALAN RUSAK BERAT , WARGA DESA JATI BLOKIR JALAN

Trenggalek, 26/9 (ADSFM) - Warga Dusun Bedoyo Desa Jati Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memblokir jalan utama di desanya dengan tumpukan batu serta pohon pisang, hal itu dilakukan karena kesal dengan pemerintah yang tak kunjung meperbaiki.

Akibat aksi blokir jalan tersebut akses jalan menuju desa tetangga yakni Desa Mlinjon dan Desa Sukowetan nyaris tertutup total karena hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.

"Ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat, karena kondisi jalanya rusak berat seperti ini namun tidak ada tindakan apapun dari pemerintah untuk melakukan perbaikan," kata tokoh pemuda Desa Jati, Agus Syafa', Senin.

Sebelum melakukan aksi nekat penutupan jalan itu, warga desa setempat pernah beberapa kali mengusulkan ke pemerintah Desa Jati agar dilakukan musyawarah untuk memperbaiki kerusakan jalan.

"Kami sudah pernah mencoba mengusulkan dua kali, namun ternyata tidak ada tanggapan. Sebetulnya kami tidak ada tendesi yang lain kecuali perbaikan jalan," katanya.

Syafa' mengaku prihatin dengan kondisi jalan di desanya, karena kerusakan yang terjadi cukup parah sehingga dikhawatirkan dapat menyebkan kecelakaan lalu lintas.

Salah satu warga lain menceritakan, kerusakan jalan tersebut diakibatkan oleh aktifitas truk-truk bertonase besar yang hilir mudik mengangkut batu dari kawasan pertambangan batu putih di desanya.

"Kami inginya segera diperbaiki , bukan malah diuruk tanah seperti ini," kata warga tadi.

Seementara itu, Camat Karangan, Hasnawati mengaku saat ini pihaknya masih berusaha melakukan komunikasi dengan warga maupun Dinas Binamrga dan Pengairan Kabupaten Trenggalek.

"Karena jalan ini adalah milik pemerintah kabupaten maka kami harus berkomunikasi dengan dinas binamarga dan nanti juga akan kami laporkan ke pak Bupati, selain itu kami juga masih berkomunikasi dengan penambang batu putih," katanya, saat ditemui kontributor ANTARA di lokasi pemblokiran.

Hasnawati menambahkan, dari hasil negosiasi sementara, pihak penambang batu putih mengaku siap melakukan perbaikan jalan dalam waktu dekat.

"Nampaknya sudah ada niat baik dari penambang untuk memerbaiki, semoga ini nanti bisa segera menumukan solusinya, sehingga akses jalan bisa dibuka kembali," kata Camat perempuan ini.

Minggu, 18 September 2011

PEMPROV JATIM GELONTORKAN AIR BERSIH KE 29 KABUPATEN

Trenggalek, 18/9 (ADSFM) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan bantuan air bersih ke 29 kabupaten setempat yang saat ini mengalami kekeringan.

"Jadi mulai kemarin (Sabtu, 17/9) kami BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Jatim mewakili pemerintah provinsi sudah eksyen dengan menggelontorkan bantuan tanggap darurat bencana ke desa-desa yang krisis air," kata Kabis Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Sudarisman, Minggu.

Sudarisman mengatakan pendistribusian bantuan tersebut bekerjasama dengan perusahaan daerah air minum (PDAM) di masing-masing kabupaten.

"Beberapa hari yang lalu kami telah bertemu dengan perwakilan 29 pemerintah kabupaten dan direktur PDAM, menyepakati untuk sharing (berbagi) dengan kabupaten dalam menangani bencana ini," katanya.

Menurutnya untuk pemenuhan air bersih ditanggung bersama antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi, sedangkan biaaya distribusi ditangung oleh pemerintah kabupaten.

"Jadi teknisnya begini, selama pihak kabupaten masih mampu memenuhi kebutuhan air bersihnya maka kabupaten yang menanggung, namun apabila tidak mampu maka kami (pemrov) akan turun tangan. Sementara itu untuk tempat penampungan atau tandon air semua ditanggung oleh pemprov," kata Sudarisman merinci.

Sementara itu, dalam sistribusi air bersih ini BPBP Jatim lebih mengutamakan pada daerah yang masuk dalam kategori kering kritis, karena masyarakat yang memenuhi kebutuhan air minum dan memasak saja harus mencari hingga lebih dari tiga kilometer.

"Kategori kering kritis ini konsisinya sangat mendesak, bayangkan, untuk minum dan masak saja mereka harus mencari air minimal radius tiga kilometer," katanya.

Disinggung mengenai jumlah dana yang dikucurkan untuk penanganan kedaruratan ini, Sudarisman mengaku setiap PDAM mendapat jatah Rp 5 juta selama seminggu.

"Ini untuk membeli airnya saja, kalau ongkos sopir dan bensinnya kan sudah ditanggung pemkab," katanya.

BPBD Jatim menilai kekeringan di Jawa Timur ini telah masuk dalam kategori bencana, karena tingkat kekeringan yang ditimbulkan telah mencapai kering kritis.

"Kalau sudag kering kristis, berarti sudah laak dikatakan bencana, makanya penanganan yang kami lakukan saat ini bisa dikatakan sebagai tanggap darurat bencana," imbunya.

Bencana kekeringan ini diperkiarakan ka berkurang pada awal bulan Oktober mendatang , hal tersebut sesuai dengan ramalan yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG).

"Dari ramalan BMKG itu kami optimis awal Oktober nanti hujan sudah mulai turun, apalagi informasinya saat ii beberapa daerah juga sudah turun hujan," kata Daris.

Sedangkan apabila kekeringan berlanjut hingga bulan depan, Darisman mengaku BPBD Jatim akan memperpanjang penggentoroan bantuan air bersih.

"Jadi bantuan kekeringan tidak hanya untuk satu minggu ini, apabila kekeringan terus berlanjut bantuan akan tetap kami kirim. Untuk itulah pemrov saat ini juga tengah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat," tegasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Trenggalek, Suprapto mengaku cukup lega dengan adanya bantuan air bersih dari pemerintah provinsi, karena jumlah desa di kawasan Trenggalek yang mengalami krisis air terus bertambah.

"Sebelum pemprov ini turun, kami (pemkab) sudah mulai mengirimkan bantuan ke desa-desa yang kekeringan, sampai saat ini sudah 190 tangki yang dikirim," kata Suprapto.

KEKERINGAN MELUAS KE SELURUH KABUPATEN DI JAWA TIMUR

Trenggalek, 18/9 (ADSFM) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, bencana kekeringan di Jawa Timur kini telah meluas ke 29 kabupaten.

"Untuk wilayah Kotamadya asusmi kami tidak ada yang kekeringan karena masih bisa dipenuhi oleh PDAM, tapi kalau di 29 kabupaten ini pasti ada desa atau kecamatan yang kondisi airnya kritis," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim,Sudarisman, di Trenggalek, Minggu.

Namun Sudarisman mengaku saat ini pihaknya belum bisa merinci jumlah desa maupun kecamatan mana saja yang saat ini mengalami krisis air.

"Kami belum bisa merinci, karena sekarang masih kami data dan saat ini BPBD Jatim juga telah membuka posko untuk menerima laporan dari pemerintah kabupaten, jadi data masih terus berkembang," katanya.

Sebagian besar kekeringan air bersih ini mulai terjadi pada awal Agustus terutama di desa-desa yang berada di kawasan pegunungan.

"Saat pertemuan antara pemerintah provinsi dan perwakilan 29 kabupaten dua hari yang lalu, sebagian mengaku mulai mengalami kekeringan sejak Agustus, tapi yang parah pada sekitar satu minggu ini," terangnya.

Sementara itu untuk untuk mempermudah penanganannya, BPBD Jatim mengelompokkan jenis kekeringan tersebut mendaji tiga ketegori, yakni kering langka terbatas, kering langka dan kering kritis.

"kering langka terbatas itu artinya masyarakat masih bisa memperoleh air untuk masak, minum, cuci dan mandi dengan jarak kurang dari setengah kilometer, sedangkan kering langka itu jarak untuk mendapatkan air antara radius setengah kilometer hingga tiga kilometer dan untuk kering kritis untuk kebutuhan minum saja harus mencari lebih dari tiga kilometer' kata Sudarisman menjalaskan.

Untuk mempercepat penanganan kekeringan tersebut BPBD Jatim berharap pemerintah kabupaten segera mengirimkan data desa-desa yang mengalami krisis air.

"Jadi kami harap data-data desa yang masuk kategori kering kritis itu segera dilaporkan ke BPBD Jatim, termasuk keperluan untuk membeli air bersih itu berapa, setalah data masuk, kami langsung beri bantunnya," pinta Darisman.

Disisi lain ia mengaku saat ini pihaknya juga tengah mengajukan bantuan dana ke pemerintah pusat melai Badan Nasional Penagggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau maslaah anggaran kami rasa sangat mencukupi apalagi jika ditambah yang dari BNPB . Makanya kami harap kabupaten untuk mempercepat pengiriman datanya, walaupun hari minggu petugas kami siap menerima," kata Sudarisman.

Jumat, 16 September 2011

PEMKAB TRENGGALEK SONGSONG E-KTP

Trenggalek, 16/9 (ADSFM) - Program KTP elektronik (e-KTP) yang dicanangkan pemerintah pusat baru bisa dilaksananan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada tahun 2012 mendatang.

"Karena Trenggalek ini tidak masuk dalam 12 kabupeten/kota percontohan e-KTP di Jawa Timur, maka pelaksanaanya kebagian yang belakangan, selain itu Kami masih menunggu alatnya dari pemerintah pusat," kata kabag Humas Pemkab Trenggalek, Yoso Mihardi.

Meski demikian, saat ini pemkab Trenggalek mulai mempersiapkan sumberdaya manusia (SDM) yang nantinya akan menjadi operator e-KTP di tingkat kecamatan.

"Karena di tiap kecamatan nantinya akan ditempatkan satu alat eKTP, sehingga saat ini kami sudah mulai mempersiapkan SDM-nya, petugas ini merupakan kepanjangan tangan dari dinas kependudukan," jelasnya.

Sedangkan untuk mempersiapkan sarana pendukung lainya, pemerintahan di bawah kepemimpanan bupati Mulyadi ini juga tengah mengajukan anggaran dana melalui perubahan anggaran keuangan (PAK).

"Dananya nanti digunakan untuk membeli fasilitas pendukung berupa catu daya (genset) untuk mengantisipasi apabila terjadi pemadaman listrik PLN, jadi tiap kecamatan nanti akan difasilitasi genset ini. Sedangkan peralatan utama disuplai oleh pemerintah pusat," imbuh Yoso.

Sementara itu menurut Yoso pelayanan KTP di dinas kependudukan masih berjalan seperti biasanya, namun data yang digunakan telah disesuaikan dengan program eKTP.

"Gara-gara menungu penyesuaian data ini, pada bulan maret yang lalu pelayanan KTP sempat terganggu, tapi saat ini sudah lancar," katanya.

Disinggung mengenai program KTP keliling yang dicanangkan bupati Mulyadi, juru bicara pemkab Trengalek ini mengaku saat ini tidak bisa dijalankan.

"Untuk sementara tidak bisa difungsikan karena masih menunggu sitem yang baru," terangnya.

Pelaksanaan program e-KTP di Trenggalek rencananya akan dilakukan secara reguler sesuai dengan masa berlaku KTP biasa habis, hal itu dilakukan karena jumlah alat yang disediakan sangat terbatas.

"kalau KTP massal kelihatanyan tidak mungkin kami lakukan, karena satu kecamatan itu hanya ada satu alat e-KTP," pungkasnya.

Rabu, 14 September 2011

PELAYANAN JAMPERSAL DI TRENGGALEK BELUM MAKSIMAL

Trenggalek, 14/9 (ADSFM) - Pelayanan program nasional "Jaminan Persalinan" (jampersal) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dinilai belum maksimal.

"Hal ini terbukti saat sepupu saya hendak melahirkan di RSUD dr Soedomo Treggalek belum lama ini, semua persyaratan yang diperlukan sudah lengkap, tapi kenyataanya tidak bisa dilayani karena dokternya sedang sakit," kata salah satu warga desa Widoro, Kecamatan Gandusari, YS. Rabu.

YS menceritakan, saat itu sepupunya tersebut dirujuk ke rumah sakit setelah bidan desa menyatakan tidak mampu mengatasi dan memerlukan tindakan operasi.

"karena saat itu kondisinya darurat, sehingga setelah petugas rumah sakit mengatakan dokternya tidak ada, terpaksa kami bawa ke rumah sakit swasta, dengan konsekuensi biaya lebih tinggi," tuturnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, anggota Komisi IV DPRD Trenggalek, Triono menyesalkan tindakan pihak rumah sakit tersebut, karena seharusnya pasien jampersal yang tidak tertangani di RSUD setempat bisa dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah yang lain.

"Dalam kondisi seperti itu (dokter tidak ada) pihak rumah sakit wajib merujuk pasien tersebut ke rumah sakit pemerintah terdekat misalkan ke Tulungagung atau ke Kediri, ini aturanya sudah jelas," kata F-PDIP ini.

Trinono menambahkan, belum lama ini pihaknya juga menemukan pelanggaran lain pelaksanaan jampersal di tingkat puskesmas, yakni adanya pungutan sejumlah uang terhadap pasien.

"Itu ceritanya begini, kebetulan terjadi di kecamatan panggul , saat itu pasien tersebut melahirkan secara normal dengan mengikuti program jampersal namun kenyataanya yang bersangkutan tetap dimintai sejumlah uang" cerita Tri.

Karena merasa janggal dengan penarikan biaya tersebut akhirnya pasien yang bersangkutan mengadukan masalah tersebut kepada Triono.
Selanjutnya oleh anggota dewan dari kecamatan panggul itu disarankan untuk menuruti petugas puskesmas dengan catatan disertai dengan bukti pembayaran berupa kwitansi yang di stempel.

"Setelah membayar dan mendapatkan kwitansi, pasien tersebut pulang. malam harinya apa yang terjadi, petugas puskesmas mendatangi rumah pasien tadi dan mengembalikan uang pembayaran serta menarik kembali kwitansinya, mungkin karena takut," jelasnya.

Ia menduga beberapa oknum petugas di tingkat puskesmas sengaja mencari celah untuk menarik keuntungan dari program yang diluncurkan pemerintah pusat tersebut. Triono meminta Pemkab Trenggalek untuk memaksimalkan pelayanan jampersal tersebut sehingga masyarakat bisa menikmati hasilnya.

Menanggapai keluhan tersebut, Kabag Humas Pemkab Trenggalek Yoso Muhardi menjelaskan, sesuai dengan aturan apabila ada pasien jampersal yang tidak bisa dilayani di RSUD maka akan dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah yang lain.

"Ini hanya masalah komunikasi saja, mungkin petugas yang kurang maksimal dalam memberikan pepalayanan dan masyarakat sendiri juga belum paham betul terkait mekanisme yang ada, sehingga muncul masalah. Tapi kami akan terus meningkatkan pelayanan agar program ini bisa berjalan maksimal," kata Yoso Mihardi.

Senin, 12 September 2011

KEKERINGAN MELANDA RATUSAN HEKTARE SAWAH DI TRENGGGALEK

Trenggalek, 12/9 (ADSFM) - Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mulai mengalami kekeringan sejak akhir bulan Juli yang lalu.

Salah satu petani di Trenggalek, Djuwari mengatakan, kekeringan ini mengakibatkan petani kesulitan untuk mengairi tanamanya.

"Saat ini saluran irigasi debit airnya kecil sekali, bahkan untuk bisa mendapatkan air terpaksa harus giliran, itupun kalau kebagian, karena yang menggunakan membutuhkan juga cukup banyak," katanya, Senin.

Ia menambahkan sebagian petani terpaksa menggunakan mesin pompa disel untuk menyedot air dari dalam tanah, hal itu dilakukan untuk mempertahankan tanamanya agar tetap hidup.

"Kalau dibandingkan antara menggunakan saluran irigasi dengan menggunkan mesin disel ya jauh lebih mahal pakai pompa, karena butuh uang sewa dan lain sebagainya," kata Djuwari.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Dan Perkebunan (dishutbun) Kabupaten Trenggalek,Joko Surono membenar kondisi tersebut , bahkan ia menyebutkan potensi kekeringan lahan pertanian diwilayahnya menyebar seluruh kecamatan.

"14 kecamatan rawan kekeringan, karena seperti kita ketahui mayoritas sawah di Trenggalek ini adalah tadah hujan, jadi ketika musim kemarau tiba hampir dipastikan banyak yang mengalami kekeringan," kata Joko Surono.

Untuk meminimalisir dampak kekeringan tersebut saat ini disperhutbun setempat mulai membantu petani dengan mengirimkan sejumlah mesin pompa diesel.

"Untuk sumber air yang masih ada airnya kami coba bantu dengan mesin pompa tapi jumlahnya tidak banyak, selain itu petani juga sudah kami imbau agar pada musim kemarau ini untuk mengganti jenis tanamanya dari padi ke palawija, hal inisekaligus untuk memutusmatai rantai serengan hama wereng " jelas Joko.

Sedangkan untuk petani yang tetap ingin menanam padi dianjurkan untuk menerapkan metode tanam padi SRI (System Of Rice Intensification), yakni dengan menggunakan pupuk ornganik, seperti pelepah pisang, sekam , jerami , pupuk kandang serta pupuk organik lainya.

"Sistem SRI ini sudah kami sosialisasikan dan masyarakat saya yakin juga banyak yang mengetahui, dengan pola tanam SRI ini akan mengurangi kebutuhan tanaman terhadap air," terang Joko Surono.

Joko berharap produksi padi dan tanaman lainya di Kabupaten Trenggalek tahun ini tidak mengalami penurunan yang signifikan meskipun terjadi kekeringan serta seranga hama wereng di sejumlah kecamatan.

Sabtu, 28 Mei 2011

Nyalo CPNS , Staf Inspektorat Trenggalek Masuk Bui

Kepolsian Trenggalek, Jawa Timur menetapkan Nanang Widiantoro (30) PNS Inspektorat Trenggalek sebagai tersangka penipuan perekrutan CPNS tahun 2009.

Kapolres Trenggalek AKBP Totok Suharianto melalui Kasubag Humas AKP Siti Munawaroh mengatakan , penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksaan lebih dari lima jam.

"Jadi yang bersangkutan tidak kita tangkap , tapi penetapan tersangka itu setelah yang bersangkutan kita periksa dan ternyata dari keterangan yang diberikan memenuhi unsur unsur yang dituduhkan pelapor" kata AKP Siti Munawaroh, Jumat (29/05/11)

Lanjut dia, modus yang digunakan oleh pelaku yakni mengaku bisa memasukan korbanya menjadi CPNS tanpa melalui tes .Untuk tawaran tersebut pelaku mematok harga antara Rp 70 juta hingga Rp 100 Juta yang disesuaikan dengan jenjang pendidikanya.

"Kalau D III harganya Rp 80 juta sedangkan untuk S1 harganya Rp 100 juta" kata wanita asli Trenggalek ini.

AKP Siti Munawaroh menambahkan dalan menjalankan aksinya pelaku tidak berjalan sendiri, melainkan dikendalikan oleh seseorang yang kini menjadi target operasi kepolisian

"Dari pengakuanya,dia (Nanang-red) ditugaskan untuk mencari 15 orang yang ingin menjadi CPNS tanpa melaui tes" Imbuh Siti.

Dari perekrutan tersebut Nanang berhasil menjaring 20 korban dengan jumlah uang yang terkumpul mencapai Rp 1.4 Miliar. Namun kepada Polisi, Nanang mengaku tidak menikmati uang tersebut karena langsung diserahkan kepada orang yang memberi perintah.

"Ngakunya nggak menikmati ,tapi saat ini untuk identitas orang yang menyuruh tersangka sudah kami kantongi dan masih kita lakukan pengintaian" lanjut wanita dengan tiga balok dipundak ini.

Sementara sebagai barang bukti polisi mengamankan dua lembar kwitansi pembayaran @ Rp 70 juta yang ditanda tangani oleh nanang , dua kartu tes CPNS dan dua lembar surat pernyataan bermaterai.

Terbongkarnya kasus penipuan berkedok perekrutan CPNS ini bermula dari laporan dua korban masing masing kasihan dan Kateno. yang mengaku telah menyetorkan uang Rp 70 juta sebagai pelicin menjadi cpns. Namun setelah sekian lama ditunggu janji tersebut tidak terealisasi .


Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya kini pelaku ditahan di mapolres Trenggalek dan terancam dijerat dengan pasal 378 KUHP.
Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India