KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Jumat, 09 Maret 2012

EMPAT RUMAH TERTIMPA LONGSOR, SATU KELUARGA MENGUNGSI



Trenggalek, 9/3 (ADSFM) - Empat rumah warga di Desa Ngadimulyo Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur rusak berat akibat tertimpa tanah longsor.

"Rumah tersebut masing-masing milik Katiyem RT 25/6, selanjutnya rumahnya Samijo RT 26/6, Warini RT 18/4 dan rumah milik Samijo RT 18/4," kata anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Trenggalek, Tutus, Jumat

Ia menjelaskan, kerusakan yang terjadi akibat tanah longsor tersebut masuk dalamkategori berat, karena sebagian dinding rumah jebol, bahkan salah satu rumah kini harus dikosongkan karena tidak layak untuk ditempati.

"Yang mengungsi ini keluarga katiyem, karena hampir semua bagian rumahnya hancur dan berbahaya kalau ditempati," imbuhnya.

Lebih lanjut Tutus menceritakan, peristiwa longsor tersebut terjadi pukul 2.00 WIB dini hari dan 7.00 WIB setelah diguyur hujan lebih dari lima jam.

Lokasi rumah yang tertimpa ambrolan tanah tersebut berada di bawah tebing dan sangat sulit untuk dijangkau, bahkan tim BPBD sempat kewalahan meski menggunakan motor trail.

"Struktur tanah di kawasan Ngadimulyo ini adalah tanah liat dan padas, sehingga apabila turun hujan dengan intensitas tinggi dan air itu masuk kedalam tanah maka rawan sekali longsor, belum lagi lahannya juga gundul," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Trenggalek, Suprapto.

Ia menambakan tim BPBD Trenggalek telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta pembersihan material longsor bersama warga sekitar.

Pihaknya memprediksi kerugian akibat peristiwa itu mencapai Rp30 juta dan saat ini masih dilakukan penyusunan laporan untuk dikirimkan ke Bupati Trenggalek.

"kalau mengenai bantuan kami belum bisa menentukan, tapi kemungkinan besar ada. Makanya sekarang laporkan dulu ke pimpinan," kata bekas direktur PDAM Trenggalek ini.

Lebih lanjut Suprapto mengimbau agar warga yang berada di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat turun hujan.

Ia juga meminta pengendara sepeda motor maupun mobil lebih berhati-hati ketika melintasi jalan raya Kampak-MUnjungan, selain medannya sulit, jalur utama antar kecamatan itu rawan terjadi tanah longsor.

"Seperti kemarin (Kamis. 8/3) jalur Kampak-Munjungan sempat terputus selam sembilan jam karena terimbun tanah longsor, tepatnya di dusun Jedeg masuk Desa Ngadimulyo. Jalur baru kembali normal sekitar jam setengah lima sore setelah kami datangkan alat berat," katanya.

Kamis, 08 Maret 2012

LONGSOR, KAMPAK-MUNJUNGAN TERPUTUS 9 JAM

Trenggalek, 8/3 (ADSFM) - Akses jalan utama menuju kecamatan Kampak-Munjungan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur sempat terputus total selama lebih dari sembilan jam karena tertimbun tanah longsor sepanjang 50 meter. akibat peristiwa itu ratusan kendaraan sepeda motor serta mobil tidak bisa melintas.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Suprapto mengatakan, lamanya proses pembersihan tanah longsor yang terjadi di dusun Jedek Desa Ngadimulyo Kecamatan kampak tersebut terkendala oleh hujan serta kabut tebal.

Ia menjelaskan, longsor yang terjadi sekitar jam lima pagi itu baru bisa dibuka sekitar jam dua siang, setelah BPBD mendatangkan alat berat ke lokasi kejadian.

"Parah, tadi kita minta bantuan alat berat dari binamarga dan sudah naik kesana, kita juga minta bantuan air ke PDAM untuk menyiram, kan nggak bisa kalau tidak disiram air dan harus pakai alat berat ," kata Suprapto.

Data di BPBD Trenggalek, jalan utama Kampak Munjungan masuk dalam kategori kawasan rawan bencana tanah longsor, karena sebagian besar jalur tersebut di kelilingi oleh tebing dan jurang dengan kemiringan lebih dari 45 derajat.

Suprapto mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati ketika melintasi jalur tersebut terlebih ketika turun hujan.

HARGA KEBUTUHAN POKOK DI TRENGGALEK MULAI NAIK



Trenggalek, 8/3 (ADSFM) - Sejumlah harga kebutuhaan pokok di pasar tradisional di Trenggalek, Jawa Timur mulai merangkak naik sejak sepekan terakhir.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Basah Trenggalek, Sunarti mengatakan, beberapa komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga diantaranya, cabai, bawang merah, bawang putih, serta telor ayam.

"Yang mengalami kenaikan tertinggi cabai, kini Rp25 ribu/kilogram dari harga sebelumnya Rp14 ribu/kilogram, kemudian untuk bawang merah kualitas bagus Rp10 ribu dari harga sebelumnya Rp7000/kilogram," katanya, Kamis.

Sementara itu untuk fluktuasi harga bawang putih dan telor ayam relatif rendah hanya berkisar antara Rp500-Rp1000/kilogram, bawamg merah yang sebelumnya berkisar Rp6000/kilogram kini naik menjadi Rp 7000/kilogram, sedangkan telor ayam buras yaang sebelumnya terpantau Rp14 ribu/kilogram kini dijual Rp15 ribu/kilogram.

"Kenaikan ini mulai terasa sejak ramai adanya rencana kenaikan harga BBM, maklum saja karena untuk sebagian besar sayur dan rempah-rempah berasal dari luar Trenggalek," ujarnya.

Disisi lain untuk harga kebutuhan pokok seperti beras dan gula justru relatif normal selama sepekan terakhir, beras kualitas sedang antara Rp 7000/kilogram hingga Rp8000/kilogram, sedangkan kulitas bagus dikisaran Rp8000/kilogram sampai dengan Rp8500/kilogram.

"kalau beras masih normal, karena dibeberapa wilayah di Trenggalek sudah mulai panen," kata salah satu pegadang lainnya Supriyo.

Namun ia memprediksi harga kebutuhan pokok, utamannya beras akan bergerak naik seiring dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bensin dan solar pada bulan April mendatang.

"Saya jualan sembako sudah lebih dari 20 tahun, jadi sangat hafal, setiap kali ada rencana kekaikan harga bensin maupun solar, harga sembako pasti akan ikut terkerek, buktinya BBM belum naik saja, harga sayur mayur naik lebih dulu" ucapnya.

Supriyo berharap rencana kenaikan BBM tersebut diiringi dengan kebijakan lain yang bisa menekan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

"karena apa, kalau harga sembako terlalu tinggi, daya beli masyarakat akan menurun, ini fakta dan saya mengalami," ujarnya serius.

Selasa, 06 Maret 2012

BPBD BERHARAP PERDA BENCANA SEGERA DISAHKAN



Trenggalek, 6/3 (ADSFM) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur berharap rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang bencana alam segera disahkan.

"Karena perda ini nanti akan menjadi payung hukum kepada BPBD untuk bisa segera mengambil langkah apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam," kata kepala Pelaksana BPBD kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto, Selasa.

Ia menjelaskan dalam rancangan perda tersebut dijelaskan secara rinci tentang tata cara serta prosedur tatap pemberian bantuan kepada para korban bencana alam.

"Yang jelas perda itu akan mempermudah kami, contohnya kalau ada korban rumah roboh itu berapa bantuan yang harus kami berikan, kemudian kalau ada korban luka atau meninggal dunia bagaimana, itu sudah dijelaskan," ujarnya.

Joko menjelaskan, peraturan baru tersebut sangat diperlukan untuk memperlancar kinerja BPBD, mengingat wilayah Trenggalek setiap tahun selalu menjadi langganan bencana alam, banjir dan tanah longsor.

Lebih lanjut ia menjelaskan belum disahkannya perda tersebut, pemberian bantuan kepada korban bencana alam sedikit terhambat karena harus menunggu instruksi dari kepala daerah.

"Untuk sekarang perdanya masih dalam proses, kalau tidak salah masih di evalusai di provinsi, doakan saja segera disetujui dan di sahkan," imbuhnya.

Sementara itu untuk mematangkan penanganan bencana alam di wilayah Trenggalek, joko mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi dengan beberapa sektor, diantaranya PMI, Orari, dinas kesehatan serta beberapa SKPD terkait.

"Dari evaluasi yang kami lakukan ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki, salah satunya adalah dapur umum, disitu kami masih belum memiliki alat masak yang bisa menanak nasi antara 50 sampai dengan 100 kilogram sekaligus," kata Joko.

Namun hal tersebut akan segera teratasi, karena saat ini tim BPBD Trenggalek telah mengajukan paket bantuan dapur umum ke BPBD provinsi Jawa Timur.

"Untuk koordinasi lintas sektor kami rasa sudah berjalan dengan baik, termasuk teman-teman dari orari juga sangat membantu dalam hal komunikasi," ungkapnya.

PULUHAN HEKTARE PADI DISERANG HAMA POTONG LEHER



Trengggalek, 6/3 (ADSFM) - Sedikitnya 50 hektare tanaman padi di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trengggalek, Jawa Timur terserang hama potong leher.

"Kawasan yang paling parah terserang hama potong leher ini berada di Desa Widoro dan Wonoanti," kata salah satu petani setempat, Samsul, selasa.

Menurutnya, hama yang memiliki nama latin pyricularia tersebut menyerang pada bagian tengah batang padi, sehingga menyebabkan saluran menuju buah padi terputus.

"Kalau sudah terserang hama jenis ini otomatis bulir-bulir padi yang seharusnya mulai terisi itu akan mati atau kalau petani di sini menyebutnya gabug," ujarnya.

Lebih lajut samsul menjelaskan sejumah petani di wilayahnya telah mencoba membasmi dengan beberapa jenis pestisida, namun hingga kini belum menunjukkan dampak yang positif.

Munculnya hama potong leher itu menyebabkan hasil padi yang didapatkan petani turun hingga lebih dari 70 persen dibanding dari musim panen sebelumnya.

Untuk mengatasi dampak yang lebih parah, para petani di Desa widoro dan wonoanti lebih memilih memanen tanaman padinya lebih awal dari masa panen normal.

"Meskipun ada beberapa padi yang sedikit hujau tapi tetap saja dipanen, daripada nanti tidak panen justru petani yang akan rugi. Kami juga takut merembet ke tanaman padi lainnya" kata Samsul beralasan.

Selain merebaknya hama Pyricularia, kini beberapa area persawahan juga mulai diserang oleh hama wereng yang menyebabkan tanaman padi mengering dan mati.

"Yang jelas petani sangat rugi karena biaya untuk satu kali tanam itu cukup banyak, coba bayangkan, untuk biaya membajak, tanam , obat-obatan, belum lagi perawatan rutin," kata petani lainnya, Rubingah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek, Joko Surono membantah terjadinya serangan hama potong leher secara besar-besaran.

"Itu hanya terjadi hanya terjadi di beberapa spot saja, sehingga tidak sampai mengganggu prduksi padi di tingkat kabupaten," katanya.

Namun demikian pihaknya mengaku tetap berusaha melakukan penanganan dengan metode spot-stop, dimana setiap ada laporan serangan hama, tim dinas pertanian langsung turun ke lapangan dengan memberikan bantuan pestisida.

"kalau beberapa waktu lalu kami akui kecolongan serangan wereng, karena tidak segera turun untuk menanggulangi. tapi sekarang tidak akan terjadi lagi dengan metode spot-stop tadi," katanya optimis.

Senin, 05 Maret 2012

DPW PAN SAMBUT BAIK PENGUNDURAN PENGURUS TRENGGALEK




Trenggalek, 5/3 (ADSFM) - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Jawa Timur menyambut baik kepututusan pengunduran diri puluhan pengurus DPD PAN Trenggalek hasil musda 2011.

Wakil Ketua DPW PAN Jatim Bidang Orgranisasi dan Keanggotaan, Malik Efendi mengaku tidak mempermasalahlahkan mundurnya Ketua terpilih Seto Cahyono dan sejumlah pengurus lainnya tersebut.

"Kami tidak mempermasalahkan itu, justru ini adalah suatu keberuntungan apabila dia mundur, karena salah satu rekomendasi dari DPW PAN adalah memberhentikan saudara Seto Cahyono dari kepengurusan," katanya.

Pihaknya menambahkan, rekomendasi untuk memberhentikan Seto tersebut didasarkan pada kinerja yang bersangkutan yang dinilai mampu membentuk susunan pengurus.

Padahal lanjut dia sesuai surat keputusan DPP PAN nomor 11/2009, AD/ART dan hasil rakernas 2009 dalam membentuk kepengurusan yang digawangi sembilan orang formatur tersebut harus mendapatkan persetujuan dari 50 persen plus satu.

"Sedangkan susunan pengurus yang diajukan Seto Cahyono hanya disetujui oleh tiga anggota formatur, namun dia tetap memaksakan kehendaknya, ini kan tidak sesuai ketentuan," ujarnya.

Malik mengakui saat ini bukan hanya DPD Kabupaten Trenggalek saja yang memiliki perasalah yang sama, namun hal serupa juga terjadi di DPD Pasuruan.

DPW PAN Jatim akan bergerak cepat untuk menuntaskan seluruh permasalahan yang ada sesuai dengan ketantuan yang berlaku.

"Apabila DPD tidak mampu membentuk kepengurusan, maka akan dimediasi, namun apabila tidak berhasil, silakan mundur atau diberhentikan," katanya.

Ia menegaskan, kepemimpinan Suli Daim Di DPD PAN Trenggalek yang ditugaskan untuk melakukan revitalisasi, mulai mendapatkn hasil, terbukti 9 PAC dari 14 PAC yang ada telah melakukan musyawarah luar biasa.

"Kami masih melakukan koordinasi dengan DPP untuk mengagendakan musada lagi," ujarnya.

Kemarin, Minggu (5/3), puluhan pengurus DPD PAN Trenggalek periode 2011-2015 kompak menyatakan mundur dari kepengurusan yang dihasilkan dari musyawarah daerah 9 januari 2011.

keputusan itu merupakan puncak kekecewaan setelah setahun terkatung-katung tidak kunjung dilantik meski telah dinyatakan menang melalui musyawarah yang dihadiri seluruh pengurus kecamatan dan ranting tersebut.

Minggu, 04 Maret 2012

PULUHAN PENGURUS DPD PAN TRENGGALEK MUNDUR




Trenggalek, 4/3 (ADSFM) - Puluhan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) DPD Trenggalek, Jawa Timur yang terpilih melalui musyawarah daerah 2011 lalu menyatakan mundur setelah terkatung-katung selama setahun.

"Jadi mulai tanggal 26 Pebruari seluruh calon pengurus DPD PAN hasil musda 2011 menyatakan mencabut surat kesangggupan menjadi pengurus PAN Kabupaten Trenggalek periode 2011-2015," kata calon ketua terpilih DPD PAN Kabupaten Trenggalek, Seto Cahyono, Minggu.

Keputusan untuk berhenti tersebut juga dilakukan secara berjenjang oleh sejumlah pengurus ditingkat desa (DPRt) maupun ditingkat kecamatan (DPC).

Seto menambahkan, kader PAN yang telah membubuhkan tanda tangan pada surat pernyataan bersama dan menyatakan berhenti dari kepengurusan di Trenggalek telah mencapai mencapai 56 orang.

Ia menjelaskan, keputusan untuk tidak aktif dalam kepengurusan partai yang pernah dinahkodai Amin Rais tersebut merupakan puncak akumulasi kekesalan terhadap Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Jatim maupun DPP PAN yang hingga kini tidak tanggap dan merespon aspirasi dari bawah.

"Kekecewaan yang lebih mendasar adalah tidak segera dilantiknya kepengurusan periode 2011-2015 yang telah terpilih melalui musda 9 Januari 2011, kalau dihitung sampai saat ini sudah satu taun lebih," ujarnya saat konferensi pers.

Sikap DPW PAN Jatim tersebut dinilai tidak konsisten dengan hasil yang telah dicapai, bahkan sejumlah pengurus terpilih menduga ada oknum DPW yang sengaja bermain sehingga menimbulkan kesan seolah-olah PAn di Trenggalek terbagi menjadi beberapa kubu.

Bahkan lanjut Seto, sikap DPW PAN Jatim semakin berlebihan karena hingga kini masih mengaktifkan kepengurusan sementara yang dipimpin pengurus DPW, Suli Daim.

"Padahal kalau dilihat dari susunan kepengurusan, kepemimpinan Suli Daim ini dari segi hukum jelas tidak memiliki kelayakan dan seharusnya batal demi hukum," katanya.

Ia mengaku, sebelum memutuskan untuk berheenti dari kepengurusan PAN pihaknya telah melakukan komunikasi politik dengan pengurus wilayah maupun pengurus pusat, namun upaya tersebut tidak mendapat respon positif.

"kalau secara personal mereka memberikan jawaban, namun hanya sebatas 'kami mamahami', kami sampai heran, apa tidak eman sampai tidak memperhatikan kader-kader militan yang ada dibawah," ujarnya.

Seto berharap keputusan mundur sejumlah kader PAN Trenggalek tersebut dapat menjadi perhatian jajaran pengurus diatasnya agar tidak semena-mena dalam mengambil keputusan.

"Kami mundur bukan berati kalah , namun kami tidak ingin demokrasi dikebiri, kami juga tidak ingin pembodohan kepada pengurus partai secara berjenjang termasuk masyarakat,"pungkasnya
Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India