KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Kamis, 06 Oktober 2011

PRAKTIK DUKUN BAYI DI TRENGGALEK MASIH MARAK

Trenggalek, 6/10 (ADSFM) - Petugas Dinas Kesehatan Trenggalek, Jawa Timur mengalami kesulitan melakukan penyadaran terhadap warga di kawasan pegunungan yang hingga kini masih menggunakan tenaga dukun pada saat melahirkan.

"Kami akui di wilayah Trenggalek, khususnya pegunungan tingkat kepercayaan terhadap dukun bayi masih cukup tinggi, walaupun kalau dilihat dari grafiknya sudah jauh berkurang. inilah yang saat ini menjadi tantangan dinas kesehatan " kata Kabid Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Rofiq Hindiono, kamis.

Sesuai data di dinas kesetahan setempat, jumlah penggunaan tenaga dukun bayi pada tahun 2010 tinggal 0.9 persen, jumlah tersebut turun drastis dibanding tahun 2001 yang mencapai 23,4 persen.

"Angka 0.9 persen kelihatannya sedikit tapi kalau ditinjau dari jumlah riilnya ternyata masih lumayan banyak , karena rata-rata jumlah kelahiran di Trenggalek 10 ribu per tahun," katanya.

Praktek perdukunan bayi di wilayah Trenggalek banyak di temukan di Kecamatan Bendungan, Dongko, Panggul , Kampak dan Kecamatan Munjungan.

"Kalau beberapa tahun yang lalu kami masih bekerja sama dengan dukun untuk membantu persalinan , tapi untuk saat ini semua proses persalinan harus ditangani oleh tenaga kesehatan," jelas Rofiq.

Beberapa faktor yang melatar belakangi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap dukun bayi diantaranya, minimnya pengetahuan kesehatan, kuatnya tradisi masyarakat lokal serta usia perkawinan muda.

"Usia perkawinan muda ini juga berpengaruh, karena mereka masih jadi satu dengan kedua orang tua , kemudian pada saat menjelang persalinan terkadang orang tua justru menyarankan untuk minta bantuan dukun," tutur Rofiq Hindiono.

Rofiq menambahkan, proses persalinan dengan bentuan dukun sangat rentan terhadap kematian ibu dan bayi, karena peralatan serta pengetahuan dukun tersebut tidak sesuai dengan standar kesehatan.

"Hal itu bisa dilihat pada grafik jumlah kematian ibu dan bayi di Trenggalek dari tahun ketahun terus menurun, terakhir tahun 2010 damapi bulan Agustus jumlah kematian bayi ada 60 kejadian dan kematian ibu melahirkan 10 kejadian " kata rofiq sambil menunjukkan data.

Untuk mengurangi praktek perdukunan, dinas kesehatan Trenggalek kini tengah menggencarkan soialisasi program nasional jaminan persalinan (jampersal).

"Dengan jampersal kami yakin jumlah penggunaan dukun akan turun, karena masyarakat tidak lagi dibebani biaya saat melahirkan di bidan desa mapun pukkesmas," pungkas rofiq optimis.

Rabu, 05 Oktober 2011

POLRES TRENGGALEK SELIDIKI KASUS 'ILLEGAL LOGGING'


Trenggalek, 5/10 (ADSFM) - Kepolisian Resor (polres) Trenggalek, Jawa Timur mengamankan dua unit truk yang diduga mengangkut kayu sengon hasil pembalakan liar di kawasan Perhutani.

Kasubag humas Polres Trenggalek AKP Siti Munawaroh mengatakan, kedua truk tersebut AG 8869 UY yang dikemudikan Supardi dan AG 8738 UY yang dikemudikan Henri Pramudianto, keduanya warga Karangan Kecamatan Karangan, Trenggalek.

"Kami tanggkap di jalan raya Karangan, sedangkan barang bukti yang disita dari kedua truk tersebut berupa kayu sengon laut sebanyak 20 M3 beserta STNK dan dua lembar Surat Keterangan Asal Usul Kayu (SKAU)," katanya, Rabu.

Polisi menduga kayu pinus tersebut merupakan hasil pencurian di hutan milik perhutani di petak 67f Desa Banjar Kecamatan Panggul.

Dugaan tersebut diperkuat oleh informasi yang di sampaikan petugas Perhutani BPKH Dongko yang mengaku sering terjadi pencurian kayu di wilayah kerjanya.

"Saat ini kedua truk tersebut kami amankan di polres untuk mempermudah penyelidikan, selain itu kami juga mengecek langsung ke wilayah Perhutani yang sinyalir menjadi lokasi pembalakan liar itu," jelas Siti.

Siti menambahkan, meskipun kedua sopir truk tersebut dapat menunjukkan surat asal usul kayu (SKAU) namun pihaknya tetap melakukan penahanan.

"Walaupun punya SKAU, tapi kalau kayunya didapat dari kawasan hutan dan dilakukan secara ilegal ya tetap kami proses, karena itu sudah melanggar undang undang tentang kehutanan," imbuhnya.

Saat ini penyidik kepolsian masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua supir tersebut, selain itu polisi juga tengah berusaha memanggil pemilik kayu gelondongan itu.

"Untuk tersangkanya belum kami tetapkan , karena ini masih dalam tahap pemeriksaan awal, kalau nanti bukti dan keterangan yang kami dapatkan sudah cukup maka akan segera ditetapkan tersangkanya.

Lanjut dia, apabila terbukti melakukan penebanganliar, pemilik kayu tersebut bakal dijerat pasal 78 dan 50 Undang-Undang RI nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan.

"Yang jelas kami serius menangani kasus pembalakan liar, mengingat saat ini di wilaah Trenggalek hutannya banyak yang gundul dan sering terjadi bencana banjir, apabila ini dibiarkan terus-menerus maka akan merugikan masyarakat banyak," pungkas perwira pertama ini.

SISWA SMAN 2 TRENGGALEK PROTES PENAMBAHAN JAM PELAJARAN

Trenggalek, 5/10 (ADSFM) - Siswa kelas XII SMA Negeri 2 Trenggalek, Jawa Timur memprotes kebijakan kepala sekolahnya yang menambah jam pelajaran hingga pukul 15.30 WIB.

Beberapa siswa kelas XII Rabu pagi (5/10) mencoba memprovokasi siswa kelas X dan XI untuk mengelar aksi mogok belajar. Namun aksi tersebut berhasil diredam oleh beberapa guru yang telah bersiaga di depan sekolah.

Dihubungi melalui telepon selular, salah satu siswa kelas XII mengaku nekat memprotes kebijakan kepala sekolah tersebut karena merasa terlalu dipaksakan.

"Kalau sampai jam setengah empat terus terang kami sangat keberatan, karena pikiran kami sudah lelah, belum lagi masih diberi PR (pekerjaan rumah) cukup banyak," kata salah satu siswa ini.

Selain itu, menurutnya keputusan menambah jam pulang sekolah itu tidak disosialisasikan terlebih dahulu ke siswa.

"Kami tahunya ketika hari Senin (3/10), biasanya jam 15.15 sudah pulang tapi kok belum ada bel, setelah kami tanyakan ke guru ternyata ditambah 15 menit," imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, kepala SMA Negeri 2 Trenggalek Sunu Widodo mengaku saat ini ia telah membatalkan kebijakan tersebut.

"Kami sudah berkonsultasi dengan dinas pendidikan dan akhirnya kami batalkan dan dikembalikan seperti semula, saat ini kegiatan belajar sudah normal seperti biasa," tutur Sunu.

Menurutnya kebijakan penambahan jam tersebut dimaksudkan untuk memperbaki mutu pendidikan di sekolahnya.

"Sebetulnya penerapan 'fullday' di SMA 2 sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu dan selama ini tidak protes dari siswa, kemudian kami coba untuk menambah 15 menit hingga jam 15.30 WIB," katanya.

Ia menduga aksi protes itu hanya dilakukan oleh segelintir siswa, hal itu dibuktikan dengan tidak terlaksanya rencana aksi mogok belajar.

"Yang protes itu kebanyakan siswa jurusan IPS, kemudian menyebarkan SMS (pesan pendek) ke siswa yang lainya untuk diajak mogok belajar. Makanya sejak tadi malam kami terus berkoordinasi dengan dewan guru untuk mencegah aksi itu," tambah Sunu.

Disisi lain, Kabid SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Trengalek, Anwaruddin mengakui telah meminta kepada kepala SMA 2 Trenggalek untuk mengembalikan jam pelajaran seperti semula.

"Tidak ada penambahan, tetap seperti sebelumnya sampai jam 15.15 WIB" katanya singkat.

Selasa, 04 Oktober 2011

PEMKAB TRENGGALEK GANDENG IKAT DORONG PEMBANGUNAN BENDUNGAN

Trenggalek, 4/10 (ADSFM) - Pemerintah kabupaten Trenggalek, mengandadeng Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) Jakarta untuk mendorong realisasi pembangunan bendungan Tugu.

"Kemarin disela-sela acara pentas kesenian di TMII (taman mini Indonesia Indah) pak bupati Mulyadi melakukan rapat koordinasi dengan anggota IKAT Jakarta," kata Kabag Humas Pemkab Trenggalek Yoso Mihardi.

Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh di pemerintahan pusat tersebut, bupati, Mulyadi meminta agar tokoh asal Trenggalek itu ikut mendorong pemerintah pusat segera mewujudkan pembangunan bendungan Tugu dan jalur lintas selatan (JLS).

"Informasi terakhir kalau untuk bendungan Tugu, saat ini tinggal menunggu penganggaran, sedangkan JLS kami anggap penting karena untuk meningkatkan laju perekonomian masyarakat pesisir selatan," katanya.

Yoso menambahkan, sejumlah tokoh asli Trenggalek tampak antusias dan menyambut baik ajakan bupati untuk mendorong pembangunan daerah kelahiran tersebut.

"Kebetuan Pak priyo Budi santoso (DPR) juga hadir serta sejumlah tokoh dari kementerian keuangan, pendidikan, Perhutani dan kementerian yang lainya,"kata Yoso merinci.

Menurutnya saat rapat koordinasi tersebut muncul ide untuk mengumpulkan anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Jatim VII untuk bersama-sama mendorong percepatan dua mega proyek itu.

"Pak Priyo Budi Santoso sudah bersedia untuk memfasilitasi pertemuan itu, jadi nanti tidak memandang asal partainya asalkan dari dapil VII maka diajak bersama-sama untuk menggolkan pembangunan bendungan dan JLS," jelas Yoso.

Bendungan Tugu rencananya akan di bangun di desa Nglinggis Kecamatan Tugu, pembangunaan tersebut diproyeksikan untuk mengurangu 50 persen banjir bandang yang rutin terjadi di wilayah Trenggalek serta untuk mengairi ribuan hektare lahan pertanian.

"Beberapa waktu yang lalu kementarian pekerjaan umum sudah melakukan studi larap serta analisa dampak sosial, dari kedua studi itu kelihatanya tidak ada masalah yang menonjol, sehingga proyek dinilai sangat layak," tutur Yoso.

Tahap pembangunan proyek nasional itu diperkirakan akan menghabiskan anggaran lebih dari Rp 500 miliar, yanhg diambilkan dari dana APBN.

"Seluruh pendanaan pembangunan ditanggung oleh pemerintah pusat, sedangkan pemerintah kabupaten bertanggung jawab untuk membebaskan lahan. kata Yoso Mihardi.

PELEPASAN CALON JAMAAH HAJI TRENGGALEK DIPERCEPAT

Trenggalek, 4/10 (ADSFM) - Pemkab Trengalek, Jawa Timur melepas jamaah Calon Jamaah Haji (calhaj) lebih awal dari jadwal pemberangkatan yang telah ditetapkan kementerian agama setempat.

"Untuk acara upacara pelepasannya kami lakukan hari ini (4/10), tapi untuk pemberangkatan menuju asrama masih minggu depan (Senin 10/10)," kata Kabag Humas Pemkab Trenggalek, yoso Mihardi, Selasa.

Menurutya acara pelepasan tersebut dilakukan lebih awal untuk mempersingkat persiapan pada saat pemberangkatan calhaj menuju asrama haji.

"Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, acara seremonial pemberangkatan selalu memakan waktu yang cukup lama, selain itu saat pemberangkatan selalu dipadati oleh pengantar jamaah, sehingga kami nilai tidak efektif," kata Yoso beralasan.

Rencana calhaj asal Kabupaten Trengalek akan diberangkatkan menuju asrama haji Sukolilo Surabaya pada hari Senin (10/10) pukul 3.00 WIB, sedangkan pemberangkatan ke Madinah, Arab Saudi dilakukan hari Selasa (11/10) dini hari melalui bandar udara Juanda Surabaya.

"Jadi nanti untuk acara pemberangkatan dari Trenggalek lebih singkat, dan dijadwalkan sebelum subuh sudah berangkat, untuk sholat subuh akan dilakukan di Kediri," Jelas Yoso.

Sementara itu dalam acara pelepasan calhaj di Masjid Agung Baiturrahman Trenggalek, Bupati Trenggalek, mulyadi WR meminta agar tim kesehatan yang mendampingi benar-benar melakukan pengawasan secara maksimal sehingga kesehatan jamaah haji dapat terkontrol dengan baik.

"Bupati Mulyadi tadi juga berpesan agar jumlah obat-obatan yang dibawa tim medis dipersiapkan secara maksimal, jangan sampai mengalami kekurangan," ucap Yoso.

Tak lupa orang nomor satu di Pemkab Trenggalek itu juga minta didoakan agar dapat menjalankan amanah rakyat dalam menjalankan tugas pmerintahan hinga akhir periode.

Jumlah calon jamaah haji Kabupaten Trenggalek pada musim haji tahun ini mencapai 336 orang , ditambah dengan 5 orang pendamping dari tim kesehatan dinas kesehatan setempat.

"Jumlah jamaah haji tahun ini yang terbanyak dari Kecamatan Gandusari 58 orang, sedangkan yang tidak ada calon hajinya dari Kecamatan Bendungan," pungkas Yoso.

Senin, 03 Oktober 2011

TANGKAL TERORIS POLRES TRENGGALEK GELAR RAZIA


Trenggalek, 3/10 (ADSFM) - Kepolisian dan satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Trenggalek, jawa Timur menggelar razia 'tangkal terorisme' di beberapa lokasi keramaian dan jalan raya, Senin.

"Razia ini dilakukan menindak lanjuti perintah dari atasan untuk mengantisipasi masuknya teroris dan jaringannya ke wilayah Trenggalek, terutama para pelaku bom solo," kata Kasat Binmas Polres Trenggalek, AKP Mohammad Yasir.

Di Terminal bus Surodakan, polisi memeriksa kartu identitas seluruh penumpang bus tujuan dalam maupun luar kota, hal yang sama juga dilakukan di beberapa lokasi yang lainya.

"Untuk yang di terminal kami dapati seorang remaja yang masih berusia 17 tahun hendak pergi ke Kalimantan, namun tidak memiliki selembar surat idensitas, akhirnya kami bawa ke polres," katanya.

Remaja yang mengaku dari Kecamatan Kampak tersebut akhirnya dilakukan pembinaan dan dipulangkan kerumahnya karena belum cukup umur.

"Usianya masih 17 tahun sehingga masih masuk ketegori anak-anak, sesuai undang-undang, dia belum boleh diekerjakan, sedangkan bapaknya kami perbolehkan untuk berangkat ke Kalimantan," jelas Yasir.

Sementara dilokasi kedua di jalan raya Bendorejo Kecamatan Pogalan, petugas menemukan sembilan warga yang tidak membawa kartu identitas diri.

"Mayoritas tidak membawa KTP (kartu tanda penduduk), saat kami mintai keterangan mereka mengaku lupa," ucap mantan Kapolsek Karangan ini.

Yasir menambahkan, warga yang kedapatan tidak membawa KTP langsung di lakukan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya.

"siapa saja yang mau bepergian wajib membawa katu identitas diri, ini penting, karena apabila terjadi sesuatu yang tek terduga maka akan lebih mudah untuk mengindentifikasi," kata Yasir mengingatkan warga yang tak berKTP.

Selain melakukan pemeriksaan sejumamlah pengendara mobil dan motor, petugas gabungan tersebut juga memasang sejumlah poster teroris yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri.

"Apabila masyarakat ada yang mengetahui atau melihat orang yang ada dalam foto ini kami mohon untuk segera melapor ke petugas kepolisian," pungkas perwira pertama ini.

Sabtu, 01 Oktober 2011

TKW TRENGGALEK TEWAS DI HONGKONG

Trenggalek, 1/10 (ADSFM) - Pemerintah Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur tidak bisa memastikan kepulangan jenazah salah satu warganya, Istiqomah (30) yang dikabarkan tewas saat bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Hongkong.

"Kami tidak bisa memastikan kapan Istiqomah dipulangkan ke Indonesia, karena seluruh proses ditanggung oleh PJTKI (perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia) yang memberangkatkan, kalau nama perusahaanya saya lupa, jelas kantornya di Surabaya," kata Kepala Desa Karanggandu, Siswoyo.

Namun ia memastikan saat ini PJTKI tersebut bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan siap mengurus kepulangan jenazah korban sampai di rumah duka. Selain itu seluruh gaji dan asuaransi yang didapatkan Istiqomah selama bekerja juga akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan.

"Sebagai aparat pemerintah desa yang bisa kami kalukan hanya sebatas mengawal dan meminta kepada PJTI tersebut agar benar-benar serius dalam menangani warga kami, sehingga pihak keluarga tidak kepikiran terus," jelasnya.

Sementara itu salah satu kakak korban enggan bercerita banyak mengenai peristiwa yang menimpa adiknya, ia hanya mengaku sebelum peristiwa kecelakaan kerja tersebut terjadi, hampir setiap hari selalu berkomunikasi melalui telepon selular.

"Tahunya kalau adik saya kecelakaan itu ya saat diberitahu PT yang memberangkatkan itu, kalau bagaimana kejadian itu terjadi, saya tidak tahu, silakan saja tanya ke PT-nya," Kata Kakak Istiqomah.

keluarga korban nampak masih 'shock' atas kabar kematian Isti dan hanya bisa berharap jenazahnya segera di pulangkan ke Indonesia secepatnya.

Istiqomah (30) tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dikabarkan tewas setelah terjatuh dari lantai atas rumah majikanya di Hongkong.

Kabar duka itu diterima keluarga Istiqomah hari Kamis (21/9) sekitar pukul 1.00 WIB melalui perwakilan perusahaan pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang memberengkatkan.

"Pada saat perwakilan PJTKI itu ke sini (Karanggandu) keadaan Isti masih hidup, namun kondisinya sudah koma. Jadi kejadian kecelakaan hari Rabu pagi (21/9), kemudian kamis dini hari PJTKI ke sini dan sore harinya sekitar pukul 5.00 WIb meninggal dinia," tutur Kades Karanggandu.

Pahlawan devisa itu baru bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong selama satu tahun, saat ini ia meninggalkan seorang suami dan satu orang anak.
Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India