KBR68H "Terpercaya Menjangkau Nusantara"

Selasa, 24 April 2012

BUPATI TRENGGALEK RELAKAN KEPALA DISHUB MUNDUR

Trenggalek, 24/4 (ADSFM) - Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mulyadi Wiryono tidak mempermasalahkan pengunduran diri kepala dinas perhubungan komunikasi dan informatika,Ulang Setyadi dari jabatannya.

"Ya kalau mengundurkan diri diganti begitu saja, itu kan hak masing-masing individu, yang mau kan masih banyak," kata Mulyadi, saat ditemui ADSFM usai meninjau ujian nasional di SMPN I Kampak, Selasa.

Ia mengaku surat pengunduran duri Ulang Setyadi dari jabatan kepala dinas telah diterimanya sejak dua minggu yang lalu dan saat ini masih dalam proses.

"Yang jelas saat ini kami sedang menindaklanjuti pengajuan itu, mengenai penggantinya ditunggu sajalah nanti pasti akan diketahui," ujarnya.

Sementara itu terkait polemik perubahan jalur (trayek) MPU dan Bus yang alasan pengunduran diri Ulang, bupati mengaku sudah terselesaikan dengan baik, ia mengklaim saat ini jalur angkutan umum tersebut berjalan dengan normal.

"Sekarang kan sudah bagus, ya dibiarkan saja, masyarakat sudah menerima dan MPU juga tidak protes, jadi tidak perlu dirubah lagi," ujarnya.

Lebih lanjut mantan Penjabat Walikota Mojokerto ini menegaskan, pihaknya tidak serta merta dalam memutuskan perubahan jalur tersebut karena menyangkut masyarakat banyak.

"Untuk memutuskan itu harus menampung semua aspirasi dulu, jangan sampai yang satu bisa kenyang yang lainnya kelaparan, itu kan tidak adil," katanya beralasan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Ulang Setyadi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya karena merasa gagal dalam melaksankan perintah bupati untuk melakukan perubahan jaalur MPU dan Bus.

Disisi lain Ulang kecewa karena bupati tidak segera merespon/menindaklanjuti usulan dari mayoritas pelaku tranasportasi umum di wilayah Trenggalek yaang menghendaki uji coba jalur pertama.

KEPALA DINAS PERHUBUNGAN TRENGGALEK MUNDUR

Trenggalek, 24/4 (ADSFM) - Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Ulang Setyadi mengundurkan diri dari jabatannya karena merasa gagal melaksanakan tugas.

"Saya mengajukan surat pengunduran diri ke pak bupati hari kamis sekitar dua minggu yang lalu, intinya saya minta dipindahkan kebagian lain untuk diganti oleh orang yang lebih kompeten," katanya, Selasa.

Ia menjelaskan, pengunduran diri dari jabatan kepala dinas tersebut dilatarbelakangi oleh polemik rencana pemindahan jalur(trayek) MPU dan Bus di wilayah Trenggalek yang hinga kini tidak kunjung terselesaikan.

"Uji coba jalur itu adalah perintah pak bupati kami laksanakan dengan uji coba pertama, namun kemudian muncul demonstrasi pro dan kontra, hingga diuji coba lagi untuk yang kedua yang ketiga, padahal saat itu sudah saya sampaikan berbahaya tapi tetap dipaksakan," ujarnya.

Ulang menilai dari beberapa kali uji coba jalur tersebut, sejumlah usulan dari awak MPU dan Bus tidak mendapatkan respon positif dari Bupati Trenggalek, Mulyadi WR.

Puncaknya terjadi sekitar satu bulan yaang lalu, saat itu dinas perhubungan mengadakan pertemuan dengan sejumlah awak MPU dan Bus, mayoritas pelaku transportasi umum tersebut mengusulkan agar bupati Trenggalek menetapkan uji coba jalur pertama sebagai trayek resmi.

"Kenyataanya setelah kami ajukan ke pak bupati sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," ucapnya.

Menurutnya, sebagai staf bupati yang mendapatkan mandat tersebut memu melaksanaan tugas dengan baik dan tuntas, namun kenyataanya hingga kini belum terselesaikan, sehingga ia mengakui itu sebuah kegagalan.

"Disisi lain, kepala dinas perhubungan itu adalah pembina masyarakat transportasi daerah, pada saat keinginan warga transportasi tidak bisa saya fasilitasi dan tidak mendapatkan respon, itu kan juga sebuah kegagalan. Kalau saya sudah gagal di dua sisi, kenapa harus dilanjutkan" imbuhnya.

Pria yang juga pemilik panti asuhan ini khawatir apabila uji coba jalur yang sekarang tetap dilaksanakan akan terjadi benturan fisik antara awak MPU dengan petugas dinas perhubungan,

"Karena mereka (MPU) tidak ada yang mau melaksanakan uji coba itu, bahkan mereka cenderung nekat, ini kan bahaya," katanya.

Ia mengaku hingga kini belum mendapatkan balasan dari Bupati Trenggalek mengenai pengajuan pengunduran diri dari kepala dinas perhubungan tersebut.

Senin, 16 April 2012

UJIAN DI RUTAN, SEORANG PELAJAR DI JAGA LIMA PENGAWAS

Trenggalek, 16/4(ADSFM) - Lima orang pengawas dikerahkan untuk menjaga seorang tahanan yang menjadi peserta ujian nasional (UN) tingkat SMA di Rumah Tahanan (Rutan) Trenggalek.

Dari pantauan ADSFM, pelajar yang berinisial BAP (18) tersebut mengerjakan soal-soal ujian di aula rutan dengan tidak berseragam dan hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans,

"Dia dari SMA Muhammadiyah Watulimo, ia harus menjalani ujian nasional di rutan karena terjerat Undang-Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 yakni pengedarkan obat-obatan terlarang," kata Kasi Pelayanan Tahanan Rumah Tahanan Trenggalek, Adi Santosa, Senin.

Ia menjelaskan lima pengawas yang diterjunkan untk menjaga pelajart tersebut terdiri dari dua guru pengawas, dua anggota polisi dan seorang pendamping dari SMK Muhammadiyan Watulimo.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Adi ini mengatakan, pemberian ijin penggunakaan Rutan Trenggalek sebagai lokasi UN, tidak lain untuk memberikan kesempatan agar pelajar tersebut bisa megikuti ujiaan seperti siswa lainnya.

"Sabtu kemarin lusa kami mendapat surat dari sekolah asal BAP, dengan pertimbangan kemanusiaan serta pemenuhan hak-hak dia sebagai warga negara akhirnya kami ijinkan," ujarnya.

Pihak rutan juga memberikan waktu seluas-luasnya kepada BAP untuk melakukan persiapan dengan belajar didalam sel tahanan.

Sementara itu Kepala SMA Muhammadiyah Watulimo, Purwanto Hadi mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan kepada siswa yang tejerat kasus hukum itu, dengan memberikan materi tambahan di dalam rumah tahanan.

"kami sudah berkoordinasi dengan pihak rutan dan mendapat sambutan yang baik, sehingga kami yakin yang bersangkutan sudah siap mengikuti ujian nasional," katanya kepada wartawan di rutan.

Sementara itu, dikonfirmamsi terpisah kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Kusprigianto, menyatakan seluruh siswa yang sudah terdaftar sebagai peserta ujian nasional maka berhak untuk mengikuti.

"Prosedurnya sama, termasuk dipantau oleh guru pegawas serta dari pihak kepolisian, waktu pelaksanaannya juga sama, sehingga tidak ada pembedaan dengan peserta yang lainnya," katanya.

Kusprigianto mengklaim pelaksanaan ujian hari pertama berjalan dengan lancar dan tidak ada hal-hal yang menghambat termasuk kekurangan naskah maupun LJK.

"Alhamdulillah, dari sidak di SMK I, SMA I dan SMA 2 Trenggalek semuanya berjalan dengan tertib dan lancar, semoga hingga ahari terakgir nanti juga demikian," harapnya.

Jumat, 13 April 2012

DISDIK TRENGGALEK DISTRIBUSIKAN NASKAH UJIAN NASONAL

Trenggalek, 13/4 (ADSFM) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kepolisian Resor Trenggalek, Jawa Timur, Jumat siang mulai mendistribusikan ribuan naskah ujian nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK ke 13 Polsek jajaran.

"Kecuali kecamatan Trenggalek, seluruh naskahnya akan disimpan dimasing-masing polsek sampai hari H pelaksanaan ujian, sedangkan untuk wilayah kota tetap disimpan di polres," kata kabid Pendidian Menengah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek, Anwarudin, Jumat.

Menurutnya, naskah yang didistribusikan tersebut sebanyak 88 kardusyakni 55 kardus untuk SMA dan MA dan 33 karus untuk sekolah kejuruan (SMK).

Masing-masing kardus terdiri dari naskah ujian, lembar jawaban komputer (LJK), denah ruangan, serta pakta integritas kejujuran ujian nasional.

"Jadi satu paket (kardus) ini sudah lengkap dan nanti untuk pakta integritas kejujuran ini harus ditandatangani oleh pengawas sebagai bentuk komitmen untuk penyelenggaraan ujian nasional yang jujur dan bebas dari kecurangan," ujarnya.

Lebih lanjut mantan kasi kurikulum ini menjelaskan, distribusi naskah ujian nasional ke seluruh polsek tersebut dilakukan agar proses pengambilan soal pada saat pelaksanaan ujian berjalan lebih lancar.

"Nanti teknisnya, soal-soal ini akan didistribusikan lagi ke masing-masing sekolah penyelenggara pada hari H pelaksanaan ujian, mulai tanggal 16 sampai dengan 19 April sesuai mata pelajaran yang di ujikan, jadi mengambilnya cukup di polsek" kata Anwaruddin menjelaskan.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Trenggalek, AKP M Yasir mengatakan, untuk membantu serta mengamankan proses pendistribusian naskah ujian, pihaknya menerjunkan 200 anggota polisi.

"Anggota kami tugaskan untuk mengawal naskah mulai dari polres sampai dengan polsek dan nanti untuk pengamanan di polsek akan dijaga selama 24 jam penuh," katanya.

Sedangkan pada saat pelaksanaan ujian, kepolsian Trenggalek akan menerjunkan 400 anggotanya, yang disebar ke masing-masing sekolah penyelenggara.

"Sesuai dengan petunjuk pelaksanaan, setiap sekolah akan kami siagakan dua personl kepolisian, hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk mencegah terjadinya kecurangan," imbuh pris ayang akrab disapa Yasir ini.

Sesuai data di Dinas Pendidikan dan Kebudayan Trenggalek, pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/MA/SMK tahun 2012 akan diikuti oleh 5817 peserta, dengan rincian SMA 2494 peserta, MA 709 peserta dan SMK 2614 peserta.

"Untuk pengawasannya, kami sudah menyiapkan 583 tenaga guru dengan pembagian masing-masing ruang dijaga dua pengawas," kata Anwaruddin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, UN tahun ini akan diselenggarakan di 43 sekolah, dengan rincian SMA 15 sekolah, MA 9 sekolah dan SMK 19 sekolah.

"Sebetulnya kalau dilihat dari sekolah yang mengikuti itu ada 47, namun ada dua SMA dan dua SMK yang menggabung ke sekolah lain, sehingga jumlahnya menjadi 43 sekolah penyelenggara," pungkas Anwar.

Rabu, 11 April 2012

BP3 TROWULAN LARANG PENGGALIAN DI SEKITAR LOKASI PENEMUAN CANDI

Trenggalek, 11/4 (ADSFM) - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Jawa Timur melarang pemilik lahan serta orang yang ada disekitar penemuan situs candi di Trenggalek melakukaan aktifitas penggalian lahan.

Koordinator Lapangan BP3 Trowulan wilayah Tulungagung-Trenggalek, Hariyadi belaralasan aktifitas penggalian tanah di sekitar lokasi penemuan dapat membahayakan dan merusak kondisi situs . Namun BP3 trowulan tidak menutup lokasi penemuan dan mempersilakan masyarakat yang ingin melihat langsung .

"Diharapkan agar pemilik pekarangan itu untuk mengamankan , jadi tidak boleh melakukan aktifikas penggalian agar bangunan itu tampak jelas , karena hal itu harus ada koordinasi dengan pemerintah. Kami juga mengimbau yang mendatangi lokasi itu untuk berhati-hati dan tidak suatu aktifitas yang sudah kami pesankan kepada pemilik pekarangan rumah itu, kalau sekedar memotret, melihat tidak masalah , tapi kalau nanti ikut membantu proses penggalian itu malah menyalahi peraturan," kata Hariyadi.

Sebelumnya, warga Semarum Kecamatan Durenan Trenggalek menemukan bangunan kuno yang terbuat dari tumpukan batu bata, bangunan yag didduga peninggalan kerajaan Majapahit teersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh Kaseni dan Qosim saat melakukan penggalian tanah di belakang rumahnya.

Selasa, 10 April 2012

MAYORITAS ANGKUTAN UMUM TRENGGALEK MINTA UJICOBA PERTAMA DITETAPKAN SEBAGAI LAJUR RESMI

Trenggalek, 10/4 (ADSFM) - Mayoritas pengusaha angkutan umum di Trenggalek, Jawa Timur menghendaki uji coba jalur pertama ditetapkan sebagai trayek resmi MPU dan Bus.

Usuan itu disampaikan saat rapat kordinasi antara dinas perhubungan, kepolisian, organda serta pengusaha angkutan umum di aula Terminal Bus Surodakan Trenggalek, Selasa.

"Anda sudah lihat sendiri tadi pertemuannya seperti apa, hampir semua menghendaki uji coba pertama namun dengan beberapa perubahan," kata Kepala Dinas Pebubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek, Ulang Setyadi.

Menurut Ulang, apabila uji coba jalur pertama itu ditetapkan sebagai jalur resmi maka Bus yang masuk dari Surabaya dan Tulungagung akan dilewatkan melalui Bedorejo dan Pogalan, sedangkan keluar melaui wilayah kota.

Sementara itu usulan perubaan tambahan disampaikan perwakilan MPU jurusan Kampak-Munjungan yang menghendaki lewat Bendorejo saat pulang.

"Tujuannya agar MPU kampak-Munjungan bisa mengangkut penumpang bus yang turun di bendrejo, karena faktanya penumpang bus yang mau ke wilayah Kampak enggan turun di terminal, alasannya terlalu jauh," kata perwakilan MPU jurusan Kampak Munjungan, Nur.

Sedangkan perwakilan Bus Jurusan Trenggalek-Ponorogo meminta agar diperbolehkan melalui jalur Nglosor-Kota sebelum pukul 08.00 WIB untuk menangkut siswa sekolah.

"Untuk usulan itu saya akomodasi, namun setelah pukul 08.00 WIB harus lewat Karangan, karena kalau tidak diisi maka akan terjadi kekurangn angkutan," tegas Ulang Setyadi.

Lebih lanjut ulang menjelaskan mayoritas awak Bus Tulungagung-Trenggalek dan Surabaya-Trenggalek tidak mempermaslahkan dilakukan perubahan jalur.

Usulan-usulan tersebut rencananya akan disampaikan ke Bupati Trenggalek untuk dilakukan pembahasan bersama forum pimpinan daerah (Forpimda) sebelum ditetapkan sebagai jalur resmi.

Lebih lajut pria yang akrab disapa Ulang ini mengatakan, rapat koordinasi dengan sejumlah pengusaha angkutan umum tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah bupati yang menghendaki agar jalur transportasi massal tersebut segera ditetapkan.

"Kami sifatnya hanya sebagai perantara saja, masukan dari teman-teman angkutan kita tampung, namun keputusan final tetap ada pada pimpinan," tandasnya.

Sebelumnya, rencana perubahan jalur angkutan umum di wilayah Trenggalek sempat terkatung-katung lebih dari dua bulan akaibat terjadi pro dan kontra dimasyarakat.

BP3 TROWULAN TELITI PENEMUAN SITUS DI SEMARUM DURENAN

Trenggalek, 10/4 (ADSFM) - Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto mulai meneliti penemuan situs candi kuno di Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.

"Kemarin kami mendatangi lokasi penemuan dan sudah melihat serta melakukan identifikasi, namun untuk hasilnya belum bisa diketahui, saat ini masih dirapatkan di BP3 Trowulan," Koordinator lapangan BP3 Trowulan wilayah Tulungagung-Trenggalek, Hariyadi, Selasa.

Menurutnya untuk bisa memastikan peradaban serta tahun pembuatan situs tersebut harus dilakukaan penelitian lebih mendalam oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogjakarta.

"Karena BP3 Trowulan itu sifatnya hanya sebatas melakukan identifikasi awal, selanjutnya hasil itu akan dilaporkan ke Balar Yogjakarta untuk ditindak lanjuti dan dilakukan penggalian, jadi prosesnya panjang,"katanya.

Tim BP3 Rabu besok akan kembali mendatangi lokasi untuk melakukan pengambilan foto bangunan bersejarah tersebut sebagai data tambahan sebelum dilaporkan ke balai akreologi.

Sementara itu dari pengamatan bentuk batu bata serta susunan bangunannya, Hariyadi memperkirakan situs yang ditemukan oleh Kaseni dan Qosim tersebut adalah pagar sebuah candi.

"Kemarin itu kami juga melakukam pengukuraan ternyata panjangnya mencapai 24 meter. Biasanya pagar sebuah candi itu bentuknya adalah persegi bukan persegi panjang, sehingga dimungkinkan bangunan itu sampai dirumah warga," ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu Kabid Promosi Wisata dan Budaya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Trenggalek, Suparlan mengatakan bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu bata dimungkinkan adalah peninggalan masa kerajaan Majapahit.

"Karena ciri khas utama dari banguanan peninggalan Majapahit itu adalah batu batanya itu, tapi untuk kepastiannya kita tunggu saja penelitian dari ahlinya" katanya.

Ia memperkirakan situs-situs serupa banyak terdapat di bantaran sungai Durenan, mengingat pada masa kejayaan Majapahit, aliran sungai menjadi salah satu moda transportasi utama.

"Karena ada temuan yang lain di Desa Kamulan yang batuannya mirip dengan yang di Semarum, tapi kondisnya sudah berserakan," ujar pria yang akrab disapa Parlan ini.

Terkait laporan temuan lain itu, tim BP3 trowulan berencana melakukan penyisiran di sejumlah lokasi di Kecamatan Durenan yang dimungkinkan terdapat benda-benda serta bangunan peninggalan masa kerajaan.

"Akan kami coba datangi lokasinya sesuai informasi dari Dinas Pariwisata Trenggalek," kata Hariyadi.
Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog ADS FM
klik Tombol Play

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India